POJOKSATU.id - Sujai (56) orang tua AS, pelajar yang menjadi korban bacok di simpang Pomad Jalan Raya Jakarta-Bogor, mengaku tidak terima dengan apa yang terjadi pada anaknya tersebut.
"Sadis sekali. Saya minta kepolisian segera menangkap pelaku," kata Sujai.
Sujai mengungkapkan, putranya selama ini tidak pernah berbuat macam-macam. Sehingga, dia meyakini AS tidak memiliki musuh dan masalah di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah.
"Sehari-harinya anaknya baik, tidak pernah macam-macam. Saya sering ingatkan ke dia supaya hati-hati kalau pulang sekolah. Saya mah nggak ada firasat apa-apa," kata Sujai.
Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menegaskan, pihaknya segera menangkap pelaku pembacokan tersebut.
"Kita akan tangkap pelakunya. Sekrang masih diselidiki. Tunggu hasil penyelidikan dulu baru kita tangkap pelakunya," kata dia.
Korban merupakan siswa kelas X di SMK Bina Warga Kota Bogor. Sebelum menjadi korban bacok, dia hendak pulang ke rumah di Kampung Cijujung Tengah RT03/03, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
"Korban itu mau pulang baru selesai ikut ujian tengah semester. Pas nyebrang, pelaku datang naik motor dari arah Cibinong, terus ngebacok terus kabur," kata Wawan, perwakilan SMK Bina Warga Kota Bogor.
Kata Wawan, AS meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS FMC, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, diduga akibat kehabisan darah.
"Mungkin karena kehilangan banyak darah meninggal ketika dibawa ke rumah sakit. Ya kami minta kepolisian segera menangkap pelaku. Kami juga belum tahu pelaku dari sekolah mana," kata Wawan.
(Rishad Noviansyah)



