POJOKBOGOR.id - Program Operasi Sisir (Opsir) Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Kota Bogor sudah berjalan selama dua pekan.
Namun, serapan pendapatan dari program ini baru mencapai sekitar Rp6,5 miliar, atau 20 persen dari target Rp30 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana, menjelaskan bahwa pada pekan pertama pihaknya berhasil mengumpulkan Rp3,6 miliar.
Angka itu terus bertambah di pekan berikutnya hingga tembus Rp6,5 miliar. Meski begitu, pencapaian ini dinilai masih jauh dari harapan.
“Serapan Opsir PBB P2 memang baru sekitar 20 persen. Salah satu kendalanya, banyak wajib pajak yang tidak ada di rumah ketika tim kami melakukan penagihan karena bertepatan dengan jam kerja,” kata Deni, Jumat (3/10).
Tim Opsir yang berjumlah enam orang kerap mendapati rumah kosong saat melakukan kunjungan.
Untuk menyiasatinya, penagihan kadang dialihkan ke akhir pekan, khususnya hari Sabtu, agar lebih banyak warga yang bisa ditemui.
Deni menambahkan, jumlah pembayaran PBB P2 bervariasi sesuai luas lahan dan lokasi bangunan.
“Ada yang Rp900 ribu per meter, tapi ada juga yang sampai Rp25 juta per meter, tergantung letak dan kondisi bangunannya,” bebernya.
Meski serapan masih rendah, Deni optimistis target Rp30 miliar bisa tercapai. Ia pun mengajak masyarakat untuk segera menyelesaikan kewajiban pajaknya.
“Pajak ini pada akhirnya kembali kepada warga lewat pembangunan dan program-program pemerintah yang dirasakan langsung manfaatnya,” pungkas Deni.




