BOGOR.POJOKSATU.id - Seperti yang warga Bogor sekalian mungkin belum mengetahui jika dr Ilham Chaidir baru saja mengumumkan jika dirinya mengundurkan diri dari Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor.

Pengunduran diri Dirut RSUD Kota Bogor ini juga dibenarkan langsung oleh Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi.

Denny Mulyadi mengungkapkan jika pengunduran diri ini bukan tanpa alasan, melainkan jika dr Ilham Chaidir ingin lebih fokus mengurus orang tuanya.

"Orangtua beliau memang sedang sakit. Jadi, ingin lebih fokus merawatnya," kata Denny Mulyadi.

Maka dari itu dr Ilham Chaidir pada akhirnya mengajukan diri untuk mundur sebagai Dirut RSUD Kota Bogor dan dikatakan pengajuannya sudah masuk di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Denny juga menjelaskan jika pengunduran diri ini merupakan hak pribadi yang memang dimiliki oleh dr Ilham Chaidir.

Pemerintah Kota Bogor berencana segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) guna mengisi posisi yang kosong di RSUD.

"Apabila pengunduran dirinya sudah resmi dan surat keputusannya telah terbit, maka sementara waktu posisi tersebut akan diisi oleh Plt hingga ada pejabat definitif," tegasnya.

Sejarah RSUD Kota Bogor

RSUD Kota Bogor memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda, ketika dikenal sebagai Ziekenhuis Buitenzorg.

Setelah Indonesia merdeka, pengelolaannya beralih ke pemerintah daerah dan terus berkembang menjadi rumah sakit utama di wilayah Bogor.

Pada 2009, RSUD Kota Bogor resmi berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang memungkinkan pengelolaan lebih fleksibel dan profesional.

Kini, RSUD Kota Bogor berstatus rumah sakit tipe B dengan fasilitas modern dan layanan unggulan seperti jantung, hemodialisa, serta poli tumbuh kembang anak.

Selain menjadi pusat pelayanan kesehatan, RSUD ini juga berperan sebagai rumah sakit pendidikan dan riset, sekaligus bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Kota Bogor yang sehat dan sejahtera. ***