BOGOR.POJOKSATU.id - Pola hujan di wilayah Bogor mengalami perubahan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya hujan lebih sering turun pada siang hingga sore hari, kini intensitas hujan justru banyak terjadi sejak pagi hari. Fenomena ini bukan tanpa sebab dan memiliki penjelasan ilmiah yang kuat.

Peneliti Ahli Utama Klimatologi dan Perubahan Iklim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa pergeseran waktu hujan di Bogor dipicu oleh dua faktor utama yang saling berkaitan.

Penguatan Seruak Dingin dari Utara

Faktor pertama adalah fenomena penguatan angin dari wilayah utara yang dikenal sebagai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) atau seruak dingin lintas ekuator.

Aliran udara dingin ini bergerak dari Asia, melintasi ekuator, lalu menuju wilayah perairan Indonesia, khususnya Laut Jawa.

Menurut Erma, CENS yang aktif di wilayah Laut Karimata berperan besar dalam memperkuat monsun Asia. Dampaknya, pola hujan yang biasanya terjadi di laut pada dini hari hingga pagi hari justru bergeser dan turun di daratan, termasuk kawasan Bogor.

“CENS di Laut Karimata memperkuat monsun Asia dan menyebabkan hujan yang semestinya terjadi di laut pada dini hari hingga pagi hari, kini bergeser dan turun di daratan,” jelas Erma Yulihastin.

Dampak Badai Tropis di Selatan Indonesia

Faktor kedua berasal dari wilayah selatan Indonesia, tepatnya pembentukan daerah tekanan rendah di perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kemudian berkembang menjadi badai tropis 91S. Keberadaan sistem cuaca ini memicu penguatan angin baratan dari Samudra Hindia.

Aliran angin baratan tersebut bergerak menuju wilayah selatan Pulau Jawa dan turut memengaruhi dinamika atmosfer di Jawa Barat, termasuk Bogor.

Kombinasi antara angin baratan yang menguat dan monsun Asia membuat pembentukan awan hujan terjadi lebih cepat pada pagi hari.

“Tekanan rendah yang berkembang menjadi badai tropis di selatan NTB turut memperkuat angin baratan dari Samudra Hindia ke selatan Jawa, termasuk wilayah Bogor,” ungkapnya.

Masyarakat Diminta Waspada Perubahan Pola Cuaca

Perubahan waktu hujan ini penting untuk menjadi perhatian masyarakat, terutama karena hujan pagi hari dapat memengaruhi aktivitas harian, kondisi lalu lintas, hingga potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

BRIN mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca terkini serta meningkatkan kewaspadaan, mengingat dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh interaksi regional hingga global yang semakin kompleks. ***