POJOKBOGOR.id - Pemkot Bogor akan merealisasikan program Bedah Rumah pada 2026 mendatang, karena program tersebut sudah masuk dalam janji politik dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Program Bedah Rumah itu dikatakan Pemkot Bogor melalui Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin baru baru ini.

Jenal Mutaqin menerangkan, skema bedah rumah ini merupakan evaluasi dari program RTLH yang sudah dan masih berjalan, dengan target dan harapan rumah yang diperbaiki sudah Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga: Pelajar Bogor yang Berhasil Diamankan Ternyata Bolos Sekolah Demi Ikut Aksi Demo ke DPR RI

“Kita punya mapping yang jelas, bahwa rumah yang tidak layak di Kota Bogor pencapaiannya akan lebih terukur. Tidak seremonial dan ajuan stimulus,” jelas Jenal Mutaqin.

Jenal Mutaqin menegaskan, program RTLH tetap berjalan dengan pola yang sama. Tentu dengan verifikasi yang independen dan tepat sasaran. Artinya menyasar rumah warga yang betul-betul sudah tidak layak.

Baca Juga: Pelajar Kota Bogor yang Nekat Ikut Demo ke DPR RI Berhasil Diamankan, Ujungnya Minta Dijemput Orang Tua

“Apalagi misalnya orang itu berkontribusi untuk Kota Bogor. Seperti tukang bebersih sampah, guru ngaji, RT, RW yang sepuh, yang memang rumahnya sangat tidak layak ditinggali,” ungkapnya.

Pada 2026 mendatang, program Bedah Rumah ini diharapkan bisa terealisasikan. Sehingga pada rakor tersebut, dilakukan sosialisasi kepada camat, lurah, dan Kasi Kemas se-Kota Bogor.

“Skema anggaran, dalam plafon itu maksimal sampai Rp100 Juta per penerima. Namun syukur-syukur tidak mencapai segitu. Secara regulasi akan kita siapkan, baik Perwali termasuk guidencenya selama tidak melanggar aturan,” tutur Jenal Mutaqin.

Baca Juga: Niat Buang Sampah Warga CIleungsi Ini Malah Ketemu Ular Sanca Sepanjang 3 Meter, Untung Damkar Gercep

Jenal Mutaqin memiliki harapan besar melalui Bedah Rumah ini, untuk mengurangi jumlah rumah yang tidak layak dan warga Kota Bogor memiliki hunian yang layak ditempati.