BOGOR.POJOKSATU.id - Menjelang Hari Raya Idulfitri, keberadaan jasa penukaran uang baru di pinggir jalan kembali marak di sejumlah titik di Bogor.

Meski dikenakan biaya tambahan sebagai jasa penukaran, layanan ini tetap diminati banyak warga.

Deretan lapak penukaran uang tersebut biasanya terlihat di ruas-ruas jalan ramai. Para penyedia jasa menawarkan berbagai pecahan uang baru yang biasa digunakan masyarakat untuk kebutuhan Lebaran, seperti berbagi kepada keluarga maupun anak-anak.

Fenomena ini sudah menjadi pemandangan yang hampir selalu muncul setiap menjelang Idulfitri.

Bahkan, tidak sedikit lapak penukaran uang yang terlihat ramai didatangi warga hingga transaksi berlangsung cukup cepat.

Salah satu alasan masyarakat memilih jasa penukaran uang di pinggir jalan adalah untuk menghindari antrean panjang di bank.

Selain itu, adanya pembatasan jumlah penukaran dari Bank Indonesia juga membuat sebagian warga mencari alternatif lain.

“Kalau di bank biasanya antre dan ada batas penukarannya. Di pinggir jalan memang ada biaya tambahan, tapi lebih praktis,” ujar Tika, seorang warga yang tengah menukar uang.

Meski lebih praktis, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati saat melakukan transaksi penukaran uang di tempat tidak resmi.

Pastikan jumlah uang yang diterima sesuai serta periksa keaslian uang yang ditukarkan.

Tradisi menukar uang baru sendiri memang menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia menjelang Lebaran, terutama untuk kebutuhan berbagi kepada keluarga dan kerabat saat hari raya. ***