POJOKBOGOR.id - Dokter Raendi Rayendra, salah satu bakal calon walikota Bogor, rajin menghadiri undangan dialog berbagi komunitas atau organisasi di Kota Bogor.

Pria yang akrab dipanggil Pak Dokter ini secara terbuka terus menabur gagasan besar Kota Bogor. Sari inti gagasannya pun lebih pada fundamental pembanguan sebuah kota yang ideal, berkelanjutan, dan tatanan yang lebih baik.

Dalam peraturan pemerintah nomor 2 Tahun 2018 pasal 3 disebutkan bahwa urusan pemerintah wajib berkaitan dengan pelayanan dasar, terdiri:

1. Pendidikan

2. Kesehatan

3. Pekerjaan umum dan penataan ruang.

4. Perumahan rakyat dan kawasan permukiman.

5. Ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat, dan

6. Sosial.

Enam pelayanan dasar bagi warga itulah yang selalu menjadi pijakan Pak Dokter dalam gagasan.

"Bukan tidak penting pembangunan taman-taman. Tapi ada pelayanan lebih penting diutamakan solusinya dari setiap masalah, yakni kesehatan dan pendidikan. Poin itu harus menjadi kewajiban utama agar secara jangka panjang Kota Bogor ini lebih baik lagi," kata Dokter Rayendra.

Pelayanan kesehatan bagi warga harus mendapatkan porsi terbaik. Misalnya, peningkatan pelayanan di puskesmas.

Pelayanan dasar dari puskesmas yang ideal akan membantu warga yang sangat membutuhkan pengobatan secara cepat dan tepat.

"Puskesmas di Kota Bogor, misalnya, harus bisa beroperasi selama 24 jam. Bahkan puskesmas harus bisa rawat inap sehingga warga yang terkena diare tidak perlu ke rumah sakit dengan biaya mahal dan harus antre," kata dokter.

Gagasan-gagasan soal pelayanan dasar doker Rayendra ini terungkap dalam dua dialog terbuka yang diselenggarakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bogor di Gedung Perpustakaan Kota Bogor pada Sabtu (30/03/2024) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMI) Bogor di DPRD Kota Bogor pada Minggu (31/03/2024).

Dalam berbagai kesempatan, Dokter Rayendra juga menyampaikan visi yang mengutamakan inovasi dan kebersamaan dalam membangun Kota Bogor.

Di antaranya adalah Kota Berbudaya Kreatif Berbasis Keluarga yang didalamnya terdapat tiga kunci utama yaitu: Kota Berbudaya Kreatif, Kota Keluarga dan Keluarga Berbudaya Kreatif.

Kota Berbudaya Kreatif menekankan pentingnya kreativitas sebagai pondasi kemajuan kota yang meliputi berbagai sektor seperti seni, budaya, teknologi, bisnis, dan pendidikan.***