BOGOR.POJOKSATU.id - Tugu Kujang adalah simbol kebanggaan dan identitas warga Kota Bogor yang telah berdiri megah sejak 4 Mei 1982.
Namun, di balik kemegahannya, tak banyak yang mengetahui kisah luar biasa di balik pemasangan ornamen kujang di puncak tugu setinggi 25 meter tersebut.
Monumen yang dibangun pada masa kepemimpinan Wali Kota Achmad Sobana ini dilengkapi dengan ornamen kujang setinggi 6 meter dan berat sekitar 700 kilogram.
Terbuat dari logam campuran dengan kandungan aluminium di dalamnya, bentuk kujang yang dipasang merupakan jenis Kuntul bermata empat—senjata tradisional yang dahulu sering digunakan oleh para patih Kerajaan Sunda Pajajaran.
Kujang ini melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang menjadi harapan bagi masyarakat Bogor.
Di masa itu, teknologi alat berat seperti crane belum tersedia di Kota Bogor untuk menangani pemasangan ornamen seberat itu.
Solusinya datang dari udara—sebuah helikopter jenis SA-330 Puma milik Skadron Udara 8 Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja (ATS), Semplak, dipercaya untuk mengangkat dan menancapkan kujang ke puncak tugu.
Aksi ini berlangsung dengan presisi luar biasa, tanpa kendala sedikit pun. Karena keberhasilan tersebut, helikopter Puma tersebut kemudian dijuluki oleh masyarakat sebagai "Puma Kujang".
Kini, jenis helikopter yang pernah berjasa besar itu dapat dilihat berdiri kokoh sebagai monumen baru di persimpangan Jalan Kandang Roda menuju Sentul dan kawasan Stadion Pakansari.
Kehadirannya menjadi simbol penghargaan atas kontribusi besar helikopter dalam pembangunan Kota Bogor, sekaligus pengingat bahwa daerah ini memiliki peran strategis dalam dunia kedirgantaraan Indonesia.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa keberadaan Tugu Helikopter bukan sekadar pajangan atau hiasan kota, melainkan bagian dari upaya mengangkat kesadaran publik akan pentingnya peran Bogor dalam sejarah militer dan penerbangan nasional.
Pasalnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa Kabupaten Bogor adalah rumah dari Pangkalan Udara TNI AU Atang Sendjaja—sebuah pangkalan militer kelas A yang menjadi salah satu fasilitas terpenting dalam sistem pertahanan udara Indonesia, sejajar dengan Lanud Halim Perdanakusuma dan Lanud Iswahyudi.
Dengan kehadiran Tugu Kujang dan Tugu Helikopter, Kabupaten dan Kota Bogor kini memiliki dua monumen yang saling melengkapi—satu menjadi simbol kejayaan budaya Sunda, dan satunya lagi mencerminkan keunggulan Bogor dalam kedirgantaraan nasional.
Ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang membangun identitas dan kebanggaan daerah sebagai bagian dari perjalanan besar bangsa Indonesia. ***



