POJOKBOGOR.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor beberapa hari lalu tidak hanya menimbulkan genangan di jalan.
Air dilaporkan sampai masuk ke area dalam Mall BTM Bogor di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat air menggenangi sejumlah bagian di dalam pusat perbelanjaan tersebut.
Sejumlah petugas tampak bekerja membersihkan area sekaligus melakukan penyedotan air yang sudah masuk ke dalam gedung.
Baca Juga: Update Informasi Pelayanan SIM Keliling di Kota Bogor Hari ini Ada di Mall BTM dan Plaza Jambu Dua
Mall BTM sendiri berada di kawasan strategis pusat Kota Bogor, tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 68, Paledang, Bogor Tengah. Lokasinya tidak jauh dari Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, kawasan Empang dan pusat aktivitas perdagangan Kota Bogor.
Air Masuk Bukan Cuma di Area Luar
Yang membuat kejadian ini mendapat perhatian adalah genangan tidak hanya terlihat di area jalan ataupun halaman.
Air sudah masuk hingga bagian dalam gedung.
Dalam rekaman, petugas terlihat mengarahkan air keluar sekaligus menggunakan peralatan untuk mengurangi genangan.
Belum diketahui berapa ketinggian maksimum air dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto segera Benahi Irigasi Penyebab Banjir di Parung dan Ciseeng
Belum diketahui pula bagian mana saja di Mall BTM yang terdampak, apakah ada tenant yang mengalami kerugian, serta berapa lama proses pembersihan berlangsung.
Hingga Sabtu, 26 September 2026, belum ditemukan pernyataan resmi pengelola Mall BTM yang terpublikasi mengenai penyebab air dapat masuk ke dalam gedung.
Karena itu, belum dapat disimpulkan apakah air berasal dari limpasan jalan, kapasitas drainase yang tidak mampu menampung debit air, saluran internal bangunan, atau faktor lainnya.
BMKG Catat Hujan Lebat dan Genangan di Kota Bogor
Kejadian ini muncul ketika pola cuaca Kota Bogor mulai kembali diwarnai hujan setelah sebelumnya mengalami periode kering.
Portal Informasi Kejadian Cuaca Ekstrem BMKG mencatat hujan lebat yang berdampak pada banjir atau genangan di Kota Bogor pada Sabtu, 19 September 2026 sekitar pukul 15.50 WIB.
BMKG pada periode tersebut juga mengingatkan adanya peningkatan potensi hujan di wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten dan Kota Bogor.
Potensi hujan pada 20 September bahkan disebut dapat disertai kilat, petir serta angin kencang secara lokal di sebagian wilayah Bogor.
Baca Juga: Pemkab Bogor Percepat Penanganan Banjir di Wilayah Utara dengan Normalisasi Saluran Irigasi
Namun, catatan BMKG tersebut merupakan gambaran kondisi cuaca Kota Bogor secara umum.
Belum ada konfirmasi bahwa genangan di dalam Mall BTM terjadi tepat pada waktu kejadian yang tercatat dalam portal BMKG tersebut.
Dari Kekeringan, Bogor Kembali Hadapi Persoalan Air Berlebih
Perubahan situasi ini cukup kontras.
Hanya beberapa hari sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor masih menangani dampak musim kering.
Pada Rabu, 16 September 2026, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan sejumlah wilayah bahkan membutuhkan distribusi air bersih.
“Beberapa wilayah sudah kita salurkan air bersih dan kita suplai pasokan air, baik melalui Perumda Tirta Pakuan maupun BPBD,” kata Dedie Rachim, Rabu, 16 September 2026.
Beberapa hari kemudian, BMKG mencatat hujan lebat yang menimbulkan banjir dan genangan di wilayah Kota Bogor.
Baca Juga: Pemkot Bogor Dalam Waktu Dekat Bakal Tambah Alat Pendeteksi Banjir
Perubahan tersebut kembali menunjukkan salah satu tantangan perkotaan Bogor: ketika hujan tidak turun, sebagian wilayah menghadapi kekurangan air. Namun saat intensitas hujan meningkat, kawasan perkotaan harus menghadapi limpasan dan genangan.
Drainase Kota Sudah Jadi Perhatian Pemkot
Persoalan genangan sebenarnya telah menjadi salah satu agenda Pemerintah Kota Bogor sepanjang 2026.
Pada Mei lalu, Pemkot Bogor mengumumkan percepatan normalisasi drainase di sejumlah titik yang dianggap rawan terhadap banjir lintasan.
Pemerintah ketika itu menyebut penyempitan saluran, sedimentasi hingga kapasitas drainase menjadi beberapa persoalan yang ditemukan di lapangan.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim meminta perangkat wilayah melakukan mitigasi lebih awal ketika menghadapi perubahan cuaca.
“Antisipasi perubahan cuaca dan hujan dengan curah hujan ekstrem sudah menjadi keharusan,” ujar Dedie Rachim, Minggu, 24 Mei 2026.
Pemkot kemudian melakukan normalisasi pada sejumlah saluran air.
Pada Jalan Dadali misalnya, pemerintah menemukan saluran tertutup material sehingga air tidak dapat mengalir secara optimal.
Sementara di Jalan Padi, persoalan ditemukan pada kapasitas saluran yang menuju bawah jalan tol. Pemerintah kemudian menyiapkan sodetan menuju sungai terdekat untuk mengurangi risiko genangan.
Kasus-kasus tersebut berada di lokasi berbeda dan tidak dapat langsung disamakan dengan kejadian Mall BTM.
Namun rangkaian itu menunjukkan bahwa kemampuan sistem drainase menghadapi debit air tinggi memang menjadi salah satu pekerjaan rumah perkotaan di Bogor.
Posisi BTM Berada di Tengah Kawasan Padat Aktivitas
Mall BTM berada di Bogor Tengah, salah satu kawasan dengan aktivitas perkotaan yang padat.
Lokasinya berada di Jalan Ir. H. Juanda dan berdekatan dengan pusat pemerintahan, kawasan wisata, perdagangan hingga jalur transportasi.
Data Pemerintah Kota Bogor juga mencatat Mall BTM sebagai salah satu lokasi aktivitas publik di Kelurahan Paledang.
Kepadatan bangunan dan aktivitas membuat pengendalian limpasan air di kawasan pusat kota menjadi penting.
Ketika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu relatif singkat, air membutuhkan jalur pembuangan yang mampu bekerja cepat.
Baca Juga: 30 Unit Rumah Sampai Kuburan di Ciomas Terendam Banjir Mencapat Satu Meter
Jika debit yang datang lebih besar dari kapasitas pembuangan, genangan dapat muncul baik di ruas jalan, area parkir maupun bangunan yang posisinya berdekatan dengan limpasan air.
Namun sekali lagi, penyebab teknis masuknya air ke Mall BTM masih membutuhkan penjelasan dari pengelola maupun instansi terkait.
Pertanyaan Berikutnya: Air Masuk dari Mana?
Setelah video banjir di Mall BTM beredar, ada beberapa hal yang masih perlu diketahui.
Dari mana air pertama kali masuk?
Apakah berasal dari bagian luar bangunan atau terjadi luapan saluran tertentu di dalam kawasan mall?
Apakah kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya?
Dan apakah setelah kejadian ini ada evaluasi terhadap drainase maupun sistem pengendalian air di kawasan BTM?
Jawaban terhadap pertanyaan tersebut penting karena Mall BTM merupakan pusat aktivitas masyarakat dengan jumlah pengunjung yang besar setiap harinya.
Evaluasi bukan hanya menyangkut kenyamanan pengunjung dan tenant, tetapi juga keselamatan, fasilitas kelistrikan, akses evakuasi, serta keberlanjutan aktivitas pusat perbelanjaan ketika hujan ekstrem terjadi.
Pembersihan Dilakukan Petugas
Dalam video yang beredar, petugas Mall BTM terlihat langsung melakukan penanganan setelah air masuk.
Area yang tergenang dibersihkan, sementara air disedot agar tidak semakin meluas ke bagian gedung lainnya.
Belum ada informasi mengenai korban dalam peristiwa tersebut.
Belum diketahui pula apakah kejadian itu menyebabkan penutupan sementara bagian tertentu dari mall.
Situs Mall BTM masih mencantumkan pusat perbelanjaan tersebut beroperasi di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 68, Bogor.
Baca Juga: Kelurahan Cimahpar Masih Dihantui Banjir, Prioritaskan Solusi Dampak Bencana di Sejumlah Titik
Kejadian tersebut pada akhirnya menjadi pengingat bahwa persoalan hujan di kota bukan sekadar soal seberapa deras air turun.
Yang tidak kalah penting adalah seberapa cepat air dapat dialirkan sebelum berubah menjadi genangan.
Ketika air sudah menembus area dalam pusat perbelanjaan, evaluasi sistem pengendalian air di bangunan dan kawasan sekitarnya menjadi semakin relevan.
Terlebih setelah BMKG mulai kembali mencatat kejadian hujan lebat dan genangan di Kota Bogor setelah periode musim kering.



