POJOKBOGOR.id — Suasana di depan kantor DPRD Kota Bogor, Rabu (12/11/2025), mendadak memanas.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Garda Revolusi Mahasiswa Bogor (GRMB) menggelar aksi unjuk rasa menyoroti dugaan keterlibatan oknum anggota dewan dalam kasus korupsi minyak dan gas (migas).

Massa yang datang sejak siang membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan moral.

Mereka menuntut evaluasi total terhadap lembaga legislatif yang dinilai sudah jauh dari semangat representasi rakyat.

Aksi yang berlangsung selama beberapa jam ini sempat diwarnai ketegangan.

Beberapa mahasiswa membakar ban bekas di depan gerbang DPRD dan berusaha mendorong pagar sambil meneriakkan yel-yel agar para anggota dewan keluar menemui mereka.

“Kami menyoroti salah satu anggota Komisi I DPRD Kota Bogor yang kami nilai tidak menjalankan fungsi sesuai aturan. Ada indikasi keberpihakan kepada pihak tertentu dalam kasus dugaan korupsi migas,” seru Raden, koordinator aksi GRMB, melalui pengeras suara.

Menurutnya, lembaga DPRD seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawasi jalannya pemerintahan, bukan justru terlibat dalam praktik yang merugikan masyarakat.

“Kami menuntut pimpinan DPRD segera melakukan evaluasi total. Jika tidak, kami akan terus mengawal dan mengusut hingga tuntas,” tegasnya.

Dalam aksinya, massa membentangkan empat tuntutan utama:

1. Mendesak DPRD Kota Bogor menjalankan fungsi representasi rakyat secara nyata.

2. Menolak segala bentuk penyalahgunaan dan penyimpangan wewenang.

3. Mendorong pimpinan DPRD mengevaluasi oknum anggota yang abai dan tidak profesional.

4. Mengajak masyarakat mengawal DPRD agar kembali pada tugas utamanya.

Ketegangan akhirnya mereda setelah perwakilan mahasiswa diterima oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Edi Kholki Zaelani.

Dalam dialog singkat, Edi menyampaikan apresiasi terhadap semangat mahasiswa yang datang menyuarakan aspirasi.

“Kami mengapresiasi masyarakat dan mahasiswa yang peduli dengan jalannya pemerintahan. Aspirasi ini akan kami pelajari dan sampaikan kepada pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti,” ujarnya kepada wartawan.

Edi juga menegaskan bahwa DPRD mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi di semua lini.

“Saya mendukung semangat antikorupsi yang disuarakan teman-teman mahasiswa. Korupsi harus diberantas sampai tuntas,” tegasnya.

Setelah berdialog dan menyerahkan berkas tuntutan resmi, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian.

Jalan di sekitar kantor DPRD pun kembali normal menjelang sore hari.