POJOKBOGOR.id – Kampanye Pilkada Wali Kota Bogor periode 2024-2029 resmi dimulai, dengan lima pasangan calon (paslon) bersiap untuk memperebutkan kursi pemimpin Kota Hujan.

Kontestasi ini semakin menarik dengan keberagaman latar belakang para kandidat, yang berasal dari berbagai profesi dan golongan.

Kelima paslon tersebut adalah:

1. Sendi Ferdiansyah - Melly Darsa (nomor urut 1)

2. Atang Trisnanto - Annida Allivia (nomor urut 2)

3. Dedie A Rachim - Jaenal Mutaqin (nomor urut 3)

4. Rena Da Frina - Teddy (nomor urut 4)

5. Dokter Rayendra - Eka Maulana (nomor urut 5)

Dari semua kandidat, pasangan Dokter Rayendra-Eka Maulana mencuri perhatian publik. Mereka adalah satu-satunya pasangan calon yang bukan berasal dari partai politik atau pejabat elit.

Dengan latar belakang profesional, Dokter Rayendra adalah seorang dokter spesialis kulit dan dosen, sedangkan Eka Maulana adalah seorang pengusaha muda.

Menariknya, keduanya merupakan putra asli Kota Bogor.

Di sisi lain, pasangan lain datang dari dunia politik dan pemerintahan.

Dedie A Rachim, yang kini menjadi Wakil Wali Kota Bogor periode 2019-2024, berpasangan dengan Jaenal Mutaqin, seorang calon legislatif yang tidak terpilih dalam Pemilu 2024.

Pasangan Atang Trisnanto-Annida Allivia juga memiliki rekam jejak politik, dengan Atang sebagai Ketua DPRD Kota Bogor periode 2019-2024 dan Annida sebagai calon DPD yang tidak terpilih.

Ada pula Sendi Ferdiansyah, seorang staf pribadi Iriana Jokowi, yang berpasangan dengan Melly Darsa, caleg DPR RI dari Partai Golkar yang juga tidak terpilih.

Pasangan Dokter Rayendra-Eka Maulana mendapat sorotan khusus karena berhasil meraih elektabilitas tinggi, mencapai lebih dari 20% menurut berbagai survei.

Mereka dinilai sebagai kuda hitam yang berpotensi memenangkan Pilkada Kota Bogor 2024.

"Kans kemenangan Dokter Rayendra-Eka Maulana cukup besar. Selain profesi mereka yang dihormati, program-program yang mereka tawarkan juga unik dan inovatif," ujar Ketua Forum Relawan Warga (RW), M Firdaus.

Forum RW, yang merupakan organisasi independen tanpa afiliasi politik, secara aktif mendukung pasangan ini.

Firdaus menekankan bahwa relawan mereka bergerak secara mandiri untuk memperkenalkan Dokter Rayendra dan Eka Maulana kepada masyarakat, tanpa terikat pada tim pemenangan resmi.

"Kami mendukung mereka karena mereka adalah bagian dari kita, masyarakat biasa yang ingin berbuat lebih untuk Bogor," tambah Firdaus.

Menurut Firdaus, pasangan Dokter Rayendra-Eka Maulana memiliki visi yang jelas, yaitu fokus pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor.

Mereka ingin memastikan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, pendidikan berkualitas, serta meningkatkan daya beli masyarakat.

"Jika layanan kesehatan dan pendidikan meningkat, daya beli masyarakat otomatis akan naik, dan ini bisa mengurangi angka pengangguran yang terus meningkat setiap tahun," jelas Firdaus.

Dengan kampanye yang telah dimulai, masyarakat kini menantikan gebrakan dari para kandidat, terutama pasangan Dokter Rayendra-Eka Maulana yang menjanjikan perubahan nyata bagi Kota Bogor.***