BOGOR.POJOKSATU.id - Memasuki satu tahun kepemimpinan Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, sejumlah indikator makro Kota Bogor menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
Data terbaru mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus mengalami kenaikan. Di saat yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun, begitu pula angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem yang bergerak turun. Pertumbuhan ekonomi kota tercatat stabil di atas 5 persen, dengan inflasi yang tetap terkendali di angka 2,85 persen.
Dedie menilai capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
“Kami berupaya memastikan pembangunan berjalan seimbang, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pelayanan publik,” ujar Dedie dalam keterangannya.
Di sektor pendidikan, sejumlah program fisik dan bantuan sosial telah direalisasikan sepanjang 2025. Dua sekolah dasar negeri baru, yakni SDN Duta Pakuan dan SDN Cimahpar 3, resmi dibangun untuk memperluas akses pendidikan.
Selain itu, sebanyak 42 Ruang Kelas Baru (RKB) ditambahkan di enam SD negeri. Renovasi juga dilakukan terhadap 64 SD dan tujuh SMP negeri guna meningkatkan kualitas sarana belajar.
Dari sisi dukungan finansial, tercatat 3.370 siswa menerima Bantuan Siswa Miskin (BSM), 13.170 siswa memperoleh bantuan BOSDA, serta 80 mahasiswa mendapatkan beasiswa pendidikan.
Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa tantangan kekurangan guru turut menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Kami siapkan langkah strategis, mulai dari merger sekolah, pemadatan rombongan belajar, program kampus mengajar, hingga digitalisasi pembelajaran,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bogor menegaskan bahwa capaian satu tahun ini bukan akhir, melainkan fondasi untuk penguatan program strategis ke depan. Fokus diarahkan pada peningkatan kualitas SDM, stabilitas ekonomi, serta penguatan pelayanan publik berbasis digital.
Dengan tren indikator yang menunjukkan arah positif, pasangan Dedie–Jenal menargetkan Bogor semakin maju dan sejahtera melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. ***



