BOGOR.POJOKSATU.id - Mendengar isu yang viral di kalangan masyarakat, Pemerintah Kota Bogor baru-baru ini menegaskan tidak adanya temuan beras oplosan atau beras palsu di Pasar Gembrong Sukasari.

Kabar tersebut bahkan disampaikan langsung oleh Walikota Bogor Dedie Rachim dalam kunjungannya melakukan inspeksi mendadak bersama dengan jajarannya.

Dalam inspeksi mendadak terkait dengan beras oplosan, Walikota Bogor juga ditemani Tim Pengendali Inflasi Daerah, Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Indra Ranudikarta, Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi, dan juga beberapa unsur tim pengawasan distribusi pangan.

Dikutip dari laman RadarBogor.id, kegiatan yang dilakukan ini merupakan aksi nyata Pemerintah Kota Bogor dalam meastikan tidak adanya beras oplosan yang beredar di pasar tradisional.

Selain melakukan pengecekan terhadap mutu beras, rombongan turut melakukan pemantauan harga sejumlah komoditas penting seperti sayuran, telur, dan daging ayam di Pasar Sukasari.

Menariknya, Wali Kota Bogor ikut turun langsung berbelanja. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kedekatan dengan para pedagang serta memberi contoh kepada masyarakat tentang perilaku belanja yang cerdas dan bertanggung jawab.

Langkah ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan komitmen dan keterlibatan aktif pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok, terutama di tengah kekhawatiran warga terkait isu harga dan kualitas pangan.

Pemkot Bogor menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang tetap menjaga kualitas dagangan mereka dan tidak melakukan praktik merugikan, seperti mencampur beras dengan kualitas berbeda.

“Di Pasar Sukasari ini tidak ditemukan adanya praktik pengoplosan beras seperti yang ramai diberitakan beberapa waktu lalu,” ujar Wali Kota dengan tegas.

Ia juga menekankan bahwa kejujuran para pedagang merupakan fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pasar tradisional.

Dalam momen yang sama, ia kembali mengingatkan pentingnya konsumen bersikap bijak dalam berbelanja, agar daya beli tetap stabil namun kualitas konsumsi tidak menurun.

Masyarakat pun diminta untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang belum tentu benar, serta terus mendukung keberadaan pasar tradisional sebagai sumber pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.

Lantas bagaimana dengan wilayah Kabupaten Bogor? Kepala Disdagin Kabupaten Bogor, Arif Rahman juga mengatakan jika hingga saat ini belum ditemukannya peredaran beras oplosan di berbagai pasar tradisional Kabupaten Bogor. ***