POJOKBOGOR.id - Pemerintah segera menyiapkan 40 hunian untuk korban bencana di Kota Bogor yang harus direlokasi karena tempat mereka tinggal sudah tidak layak lantaran berpotensi longsor maupun banjir.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjelaskan, terdapat 40 Kepala Keluarga (KK) warga Kecamatan Bogor Selatan dari Kelurahan Batutulis, Empang, Pamoyanan dan Lawang Gintung akan dipindahkan.
Kata Dedie, mereka merupakan warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu. Kata Dedie, hunian akan disiapkan di RW03, Kelurahan Pamoyanan seluas 7.000 persegi.
Baca Juga: Warga Mekarwangi Bogor Terjebak di Sumur Setelah Mencium Bau Gas
"Dibangun oleh BNPB, mudah-mudahan akhir tahun ini bisa selesai sehingga bisa ditempati dan memberikan manfaat untuk masyarakat terdampak bencana," kata Dedie, Selasa (19/9).
Dedie menekankan, perencanaan harus matang dan komprehensif. Untuk PR yang ada harus segera dikoordinasikan dan diselesaikan dengan pihak terkait lainnya, diantaranya tata ruang, akses, sarana prasarana, seperti air bersih, PLN, septictank komunal dan lainnya.
Atas bantuan yang diterima Dedie berharap ada bantuan lain untuk beberapa zona hitam di Kota Bogor. Terakhir Dedie menegaskan ikhtiar mitigasi bencana sudah dilakukan Pemkot Bogor, namun masih ada beberapa warga yang belum paham potensi bencana di zona hitam sehingga masih menempatinya.
Sementara Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Bara Jarwansyah yang menjelaskan sektor perumahan menjadi prioritas dalam penanganan bagi masyarakat terdampak bencana agar dapat segera kembali ke rumah dan menjalankan aktivitas secara normal dan diharapkan tidak lagi berada di pengungsian.
Disamping itu, Pemkot Bogor telah menyediakan lahan seluas 7.000 meter persegi di Kelurahan Pamoyanan sebagai lahan relokasi bagi 40 KK terdampak dan diharapkan warga untuk tidak lagi tinggal di daerah rawan bencana.
“Harapannya bisa cepat selesai proses pembangunan rumahnya. Rumah yang di bangun bertipe 36, dua kamar difasilitasi air bersih dan listrik penerangan plus fasos dan fasum sehingga lebih aman dan nyaman dibanding tempat yang lama. Pembangunan rumah diharapkan selesai di tahun 2023. Untuk itu dukungan semua pihak sangat diharapkan disamping kesabaran para warga terdampak dalam menunggu selesai proses pembangunan rumah,” kata Bara Jarwansyah.
Baca Juga: Pemkot Bogor dan BNPB Sosialisasi Relokasi Warga Terdampak Banjir dan Tanah Longsor
Jarwansyah menambahkan, secara keseluruhan BNPB sudah membangun sebanyak 700 ribu rumah di seluruh Indonesia yang terdampak bencana dan di Indonesia rata-rata terjadi 10 bencana per hari.
Walaupun sempat tertunda Dedie Rachim saat sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi bagi semua pihak yang telah mengupayakan percepatan relokasi warga Bogor Selatan yang terdampak bencana. ***



