POJOKSATU.id - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman terus berkomunikasi dengan presidium pemekaran wilayah Bogor Timur terkait beberapa persiapan Daerah Otonomi Baru (DOB).
Menurut Usep, Bogor Timur sudah layak menjadi wilayah mandiri atau terpisah dari Kabupaten Bogor. Sebab, dari berbagai aspek Bogor Timur telah memenuhi persyaratan, seperti Pendapatan Aseli Daerah (PAD) saja bisa mencapai ratusan miliar setiap tahunnya.
"Persiapan untuk DOB Bogor Timur sangat matang, yang perlu ditegaskan tinggal syarat administrasi dari pemerintah pusat. Yang dilihat luas wilayahnya atau jumlah Kecamatan untuk menjadi DOB itu," kata Usep, Senin (3/4).
Usep juga menyebutkan berbagai upaya pun telah dilakukan, hingga saat ini tinggal menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat terkait DOB.
"Semuanya telah disiapkan oleh teman-teman dari presidium Bogor Timur. Tinggal hanya dari pemerintah pusatnya saja," paparnya.
Sebelumnya, Kecamatan Jonggol digadang-gadang bakal menjadi Ibu Kota Kabupaten Bogor Timur.
“Untuk ibukota di Jonggol, antara di Desa Singasari dan Singajaya, luasnya 30 hektar, itu lahan fasum fasos pemda,” ujar Ketua Umum Presidium Bogor Timur, Alhafiz Rana beberapa waktu lalu.
Alhafiz Rana menegaskan, pemekaran Bogor Timur tidak akan membebani keuangan APBN pemerintah pusat.
Dengan potensi pendatan asli daerah yang telah mencapai Rp. 700 miliar, juga dibantu pemerintah kabupaten induk dan Pemprov Jabar, pemekaran Bogor Timur harus menjadi atensi oleh pemerintah pusat.
"Persyaratan sudah sangat mencukupi semua, kita hanya tinggal bersinergi saja dengan Pemkab Bogor, dewan, untuk terus mengawal persiapan Kabupaten Bogor Timur,” kata dia.
Termasuk persyaratan adanya kampus besar, lanjut Alhafiz, di Kecamatan Tanjungsari terdapat UPN yang telah pembebasan lahan seluas 30 dan akan diteruskan hingga 200 hektare.
“Kita juga akan melakukan pertemuan konsorsium dengan pengusaha yang ada di Bogor Timur terkait persiapan potensi-potensi yang khususnya para pengusaha,” ungkapnya.
(Rishad Noviansyah)



