BOGOR.POJOKSATU.id – Pemegang Kartu Keluarga Sejahtera atau KKS baru mulai mendapat perhatian menjelang pertengahan September 2026.

Sejumlah keluarga penerima manfaat melaporkan adanya pencairan bantuan PKH maupun bantuan hasil validasi yang masuk ke rekening KKS secara bertahap.

Laporan pencairan antara lain datang dari pemegang KKS yang diterbitkan pada 2025 hingga kartu baru yang terbit sekitar Mei dan Juni 2026.

Bank BNI dan Bank Mandiri menjadi dua bank penyalur yang disebut dalam sejumlah laporan KPM pada Rabu, 9 September 2026.

Nominal bantuan yang masuk beragam.

Beberapa penerima melaporkan saldo PKH masuk sebesar Rp750.000, Rp975.000, Rp1.125.000 hingga Rp1.500.000.

Perbedaan tersebut terjadi karena bantuan PKH tidak diberikan dengan nominal sama kepada seluruh penerima.

Jumlah yang diterima disesuaikan dengan komponen keluarga yang telah lolos proses verifikasi dan validasi.

Karena penyalurannya bertahap, pemegang KKS baru yang belum menerima saldo tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa dirinya tidak memperoleh bantuan.

Status penerima masih bergantung pada hasil verifikasi data pemerintah serta jadwal penyaluran dari masing-masing bank.

KPM juga perlu memastikan kartu KKS yang dimiliki tetap aktif dan data kependudukan sesuai dengan data penerima bantuan.

Bagi yang menggunakan mobile banking, pengecekan transaksi dapat dilakukan dari ponsel sehingga tidak perlu terus-menerus mendatangi ATM maupun agen bank.

Namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap modus penipuan yang memanfaatkan momen pencairan bansos.

Tidak ada alasan bagi petugas ataupun orang lain meminta PIN KKS, kode OTP ataupun password rekening penerima.

Jika terdapat masalah pada kartu atau rekening, KPM sebaiknya menghubungi bank penyalur atau pendamping sosial melalui saluran resmi.

Pencairan PKH, BPNT susulan maupun hasil validasi dapat memiliki jadwal berbeda di setiap wilayah dan bank.

Karena itu, KPM disarankan bersabar serta memantau perkembangan penyaluran dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. ***