POJOKBOGOR.id - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN bersama Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menandatangani MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memulai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini ditujukan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna meningkatkan asupan gizi mereka.

Acara penandatanganan berlangsung di kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy, serta Dandim 0606 Kota Bogor, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, yang turut mendampingi Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, dan Kepala BGN, Dadan Hindayana.

Dalam keterangannya, Mendukbangga, Wihaji, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan agar distribusi makanan bergizi bisa menjangkau kelompok sasaran dengan lebih efektif.

"Kami membantu BGN dalam proses pendistribusian MBG yang diperuntukkan untuk ibu hamil, menyusui, dan balita. Karena kami punya tim dan kader KB serta data-data sehingga pendistribusian tepat sasaran," ujar Wihaji.

Saat mengunjungi Posyandu Kenari di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Wihaji merasa senang melihat antusiasme para ibu yang hadir.

Ia pun menegaskan bahwa program ini akan dijalankan dengan pendekatan pentahelix, sebagaimana instruksi Presiden Prabowo, agar semua pihak termasuk pemerintah daerah dan DPRD Kota Bogor terlibat aktif.

"Karena kita ini perintah Pak Presiden, tidak bisa kerja sendirian. Harus pentahelix, kerja sama antar-stakeholder terkait. Termasuk dukungan dari Dewan, saya kira juga penting karena itu bagian dari semangat kepersamaan menata Indonesia lebih baik, demi merah putih," tambahnya.

Usai mengunjungi Posyandu Kenari, Wihaji dan Rusli melanjutkan perjalanan ke UPT Balai Diklat KKB Kota Bogor untuk berdiskusi dengan penyuluh KB mengenai program Bangga Kencana.

Dalam pertemuan itu, Wihaji menekankan pentingnya peran penyuluh dalam memastikan program MBG berjalan optimal.

Selain itu, ia juga memperkenalkan lima program unggulan "quick win" yang akan dijalankan:

1. Orang Tua Asuh Cegah Stunting

2. Taman Asuh Sayang Anak (Tamasha)

3. Gerakan Ayah Teladan (Gate)

4. Super App Berbasis AI

5. Pelayanan Digital Berbasis AI

"Itu menjadi quick win kita. Semuanya berangkat dari masalah yang ada, kita cari jalan keluarnya lewat program-program itu," tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa tindak lanjut program akan dilakukan segera setelah pelaksanaan PKS.

"Nanti akan diperjelas tindak lanjut setelah pelaksanaan PKS, nanti Deputi kita dengan Deputi dari BGN akan berkoordinasi. Insyaallah lebih cepat, lebih baik," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy, menegaskan bahwa DPRD siap mendukung penuh pelaksanaan program ini.

"Melalui tiga fungsi yang ada di DPRD—pengawasan, anggaran, dan legislasi—tentu akan kami maksimalkan agar program MBG yang diinisiasi oleh Pak Menteri Wihaji bisa berjalan maksimal," kata Rusli.

Ia berharap program ini dapat membantu menekan angka stunting di Kota Bogor.

Menurutnya, inisiatif ini juga selaras dengan RPJPD Kota Bogor, yang memiliki visi untuk menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Sains Kreatif, Maju, dan Berkelanjutan.

"Jadi semangat kami sama, visi kami sama. DPRD bersama pemerintah Kota Bogor dan semua unsur Forkopimda akan mendukung dan mensukseskan program ini agar angka stunting di Kota Bogor bisa ditekan," tutup Rusli.***