POJOKBOGOR.id - Pimpinan Pesantren Al-Um Pagentongan, KH Muhtadin, menyambut hangat kedatangan Dokter Rayendra beserta keluarganya dalam acara silaturahmi yang berlangsung hari ini.
Dalam kesempatan tersebut, KH Muhtadin menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dan silaturahmi, terutama dengan mereka yang sudah memiliki kedekatan emosional.
“Alhamdulillah, Pak Dokter beserta keluarga berkenan bersilaturahmi ke sini. Kami selalu terbuka untuk siapa saja, apalagi sebelumnya sudah terjalin kedekatan emosional, terutama dengan istri Pak Dokter. Istri saya juga akrab dengan beliau. Jadi, silaturahmi ini sering dilakukan dan hubungan ini sudah terbangun lama,” ungkap KH Muhtadin.
Saat ditanya mengenai pandangannya terhadap Dokter Rayendra yang maju sebagai calon Wali Kota Bogor, KH Muhtadin melihat adanya harapan baru dengan latar belakang Rayendra sebagai seorang profesional di bidang kesehatan.
“Dengan adanya calon Wali Kota yang berlatar belakang dokter, saya melihat ini sebagai semangat dan ide baru. Apalagi, pesantren kami ini mengusung tren sehat, ramah anak, dan berprestasi. Harapannya, jika seorang dokter menjadi pemimpin, prioritas kesehatan akan menjadi perhatian utama,” tambahnya.
KH Muhtadin juga mengapresiasi rekam jejak Dokter Rayendra sebagai dosen dan pengalamannya di bidang keagamaan, khususnya saat bertugas di Kementerian Agama dan Universitas Islam Negeri (UIN).
Menurutnya, hal ini memberikan keyakinan bahwa Rayendra dapat menjaga kondusivitas dan memperhatikan aspek keagamaan di Kota Bogor.
“Beliau sudah memiliki pengalaman sebagai dosen dan pernah bertugas di Kementerian Agama. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap agama, khususnya Islam, akan menjadi prioritas. Harapannya, Kota Bogor tetap kondusif dalam aspek keagamaan,” ujar KH Muhtadin.
Menanggapi program kesejahteraan pesantren yang ditawarkan oleh Dokter Rayendra, KH Muhtadin berharap agar program tersebut dilakukan secara adil dan merata, tanpa ada ketimpangan.
“Program kesejahteraan untuk pesantren sangat bagus. Saya berharap ada sistem yang berkeadilan, tidak hanya untuk yang memiliki kedekatan emosional saja. Semua lembaga keagamaan, termasuk pesantren, majelis taklim, TPA, dan TPI, harus merasakan manfaatnya, terutama dalam pengembangan sarana prasarana dan SDM,” tutup KH Muhtadin.
Dengan adanya calon pemimpin seperti Dokter Rayendra, KH Muhtadin berharap Kota Bogor dapat mengalami perubahan positif, terutama di bidang kesehatan dan keagamaan, yang dapat membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.***




