POJOBOGOR.id - Ketua DPD PAN Kota Bogor Bedjo Santoso secara resmi diangkat menjadi rektor Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara (STEBank) Jakarta.

Penggangkatan Bedjo sebagai Rektor STEBank sendiri terjadi pada tanggal 10 Januari 2024.

Menurut Bedjo STEBANK merupakan pendidikan tinggi yang saat ini telah dimiliki oleh YAPI secara penuh, dimana sebelumnya milik Yayasan Putra Fatahillah.

Baca Juga: Korem 061/Suryakancana Pemkot dan Relawan Kompak Bebersih Cisadane

Kepemilikan ini sudah berlangsung sejak 2019 hingga saat ini berjalan dengan baik dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

"LKelebihanannya tetap bertahan dan berjalan dalam suasana pandemi COVID-19 selama lebih 3 tahun.

Jumlah mahasiswa STEBANK saat ini sebanyak 103 orang, dan selama 3 tahun terakhir telah meluluskan sarjana Ekonomi sebanyak 63 orang dimana 38 orang lulusan selain bergelar sarjana ekonomi juga bergelar hafidz atau hafidzah.

Baca Juga: Pj Bupati Bogor Sebut Surat Suara Terdistribusi ke TPS 28 Januari

"Lulusan sarjana dan hafidz/hafidzah itulah kelebihan lain kebanggaan tersendiri.
Kelebihan-kelebihan itulah yang akan terus kita kembangkan dimasa mendatang agar menjadi ICON STEBANK MR. SYAFRUDIN PRAWIRANEGARA," ujar Bedjo kepada pojokbogor, Senin (15/01/2023).

Bedjo juga memgungkapkan Kekurangan masih banyak baik dari sisi SDM, mahasiswa didik, dan sarana pendukungnya serta mutu/nilai akreditasinya.

Dari sisi SDM dosen atau staf pengajar secara jumlah sudah cukup memadai tetapi secara kualitas perlu untuk terus ditingkatkan untuk memenuhi standar yang berlaku yang dinamis maupun tuntutan zaman globalisasi, digitalisasi, partisipasi dan transparansi yang menuntut efisiensi dan kecepatan tinggi.

Baca Juga: Kapolres Bogor Sebut Seluruh TPS di Kabupaten Bogor Rawan dalam Pemilu 2024

"Dengan Standard dan tuntutan tersebut kita sebagai lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus dapat mengikutinya. Kita tidak bisa hanya bersikap dan bertindak secara konvensional atau bussinis as ussual (BAU) semata," ucap Bedjo.

Dari sisi Mahasiswa didik STEBANK, lanjut Bedjo, saat ini masih tergolong masih sangat sedikit yaitu sebanyak 103 orang dimana setiap tahun hanya berkisar 20-30 orang.

"Hal ini tidak membuat kecil hati pengurus sebab sejak awal berdirinya STEBANK ini yang diinisiasi oleh tokoh nasional, bapak kita, pembina kita Almarhum Bapak AM FATWA yang menginginkan mahasiswa “sedikit tetapi berkualitas” dengan mewajibkan semua mahasiswa mengikuti program tahfiz," tutur Bedjo.

Baca Juga: Fortuner Tabrak Truk di Tol Jagorawi, Dua Orang Tewas

Bedjo mengungkapkan nilai akreditasi STEBANK saat ini masih C. Nilai akreditasi tersebut merupakan akumulasi nilai keseluruhan proses belajar mengajar yang diselenggarakan oleh STEBANK.

Dari hasil pencermatan terhadap faktor penyebab utama dari rendahnya nilai akreditasi tersebut antara lain jumlah mahasiswa yang relatif sedikit, kerjasama antar lembaga pendidikan dalam dan luar negeri yang kurang, serta journal/seminar dosen-mahasiswa yang sedikit.

Oleh karena itu ke depan dalam jangka pendek utnuk memperbanyak mahasiswa perlu memberdayakan alumni YAPI dengan cara meminta calon mahasiswa dan atau beasiswa.

Proses belajar mengajar di STEBANK perlu dukungan sarana prasarana yang memadai, dan SDM berkualitas.

Baca Juga: Ini Alasan Jalan Tembusan ke Pasar Jambu Dua Bogor Ditutup

Sarana prasarana dimaksud terutama sistem jaringan informasi dan komunikasi maya yang memungkinkan perkuliahan dapat dilakukan efektif dan efisien tanpa terkendala ruang dan waktu.

"Pengelolaan sistem jaringan maya tersebut tentu memerlukan SDM yang kompeten dan berkualitas yang saat ini belum dimiliki oleh STEBANK. Oleh karena itu pada kesempatan ini kami mohon dukungan dari YAPI," tutup Bedjo. ***