POJOKSATU.id, BOGOR - Mantan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kembali membuat kecewa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor.

PCNU kecewa karena organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini disetarakan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Hal itu tercermin dari pengalokasian dana hibah untuk PCNU Kota Bogor 2024 yang hanya sebesar Rp 20 juta.

Baca Juga: Survei Calon Wali Kota Bogor 2024 dari LS Vinus Mengejutkan, Begini Respon Atang Trisnanto

Angka itu sama dengan dana hibah yang diberikan kepada Sadulur Salembur Sumedang, Relawan Sadulur Bogor, Relawan Giat Cisadane, dan Cinta Budaya Nusantara (CBN).

Berdasarkan Peraturan Kepala Daerah Kota Bogor Nomor 58 Tahun 2023, dana hibah yang dialokasikan untuk PCNU lebih kecil dibandingkan Majelis Ta'lim Nurul Hidayah Cilubang yang mencapai Rp 40 juta.

Sementara DKM Masjid At-Taqwa mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 150 juta. Bahkan Forum Pembauran Kebangsaan diberikan dana hibah sebesar Rp 100 juta. Begitu pun Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat mendapatkan jatah Rp 100 juta.

Baca Juga: DPC Gerindra Kabupaten Bogor Godok Nama Calon Ketua DPRD, Rudy Susmanto jadi Favorit

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kota Bogor, Auhadillah, mengatakan proses pengajuan dana hibah ke Pemkot Bogor dilakukan pada 2023 lalu. Saat itu Bima Arya masih menjabat sebagai wali Kota Bogor.

PCNU, kata Auhadillah, membuat proposal permohonan dana hibah sebesar Rp 1,2 miliar.

Proposal diajukan secara online dan diproses oleh Pemkot Bogor melalui perangkat daerah terkait.

Baca Juga: Prestasi Gemilang Pemkot Bogor: Raih Dua Penghargaan dalam Lomba Penanggulangan TBC Tingkat Nasional

Pada awal Maret 2024, Pemkot Bogor mengundang para penerima dana hibah. Namun PCNU menolak dana hibah tersebut karena merasa disamakan dengan LSM.

"Kami menolak dana hibah itu. Kami sudah laporan ke PWNU Jawa Barat," ujar Auhadillah kepada Pojok Bogor, Jumat, 3 Mei 2024.

Ia mengatakan perlakuan Pemkot Bogor kepada NU sangat berbeda dengan perhatian pemerintah pusat.

"Di pusat NU mendapat perhatian penuh. Tapi di Kota Bogor, NU disamakan dengan LSM," tandas Auhadillah.

Dihubungi terpisah, Wakil Katib Syuriah PCNU Kota Bogor, KH Khotimi Bahri turut menyayangkan perlakuan Bima Arya kepada PCNU.

"Bima Arya mengakhiri periodenya dengan meninggalkan noda hitam di mata PCNU. Hibah Rp 20 juta untuk 2 tahun sangat merendahkan martabat NU," tegas KH Khotimi Bahri. ***