BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk merevitalisasi Museum Pajajaran Batutulis di Kota Bogor.
Revitalisasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat kembali nilai budaya Sunda di kawasan Batutulis.
Rencana tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat melakukan kunjungan dan berdiskusi mengenai pengelolaan cagar budaya di kawasan Museum Pajajaran Batutulis.
Dedi menegaskan, revitalisasi museum tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Menurutnya, Pemprov Jabar perlu terlebih dahulu menyiapkan perencanaan yang matang sebelum pekerjaan fisik dilakukan.
Hal itu penting agar anggaran yang sudah disiapkan benar-benar digunakan sesuai kebutuhan dan tidak keluar dari fungsi utama museum sebagai ruang sejarah dan kebudayaan.
“Perencanaannya harus disiapkan dulu agar anggaran yang dialokasikan benar-benar sesuai peruntukan,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, Museum Pajajaran Batutulis memiliki nilai penting dalam sejarah dan identitas budaya Sunda. Karena itu, penataan kawasan museum harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat.
Ia menilai, museum tidak cukup hanya diperbaiki secara fisik, tetapi juga harus mampu menghadirkan suasana yang kuat sebagai ruang edukasi sejarah.
Selain itu, Dedi juga menyoroti sejumlah bagian arsitektur Museum Batutulis yang dinilainya masih perlu disesuaikan.
Penyesuaian tersebut diperlukan agar tampilan museum lebih mencerminkan karakter sebagai museum sejarah dan budaya, khususnya yang berkaitan dengan Pajajaran dan identitas Sunda.
“Masih ada beberapa bagian arsitektur yang perlu disesuaikan agar lebih menggambarkan museum sejarah dan budaya,” katanya.
Revitalisasi ini diharapkan dapat membuat Museum Pajajaran Batutulis menjadi lebih representatif sebagai tempat belajar sejarah bagi masyarakat.
Tidak hanya bagi warga Bogor, museum tersebut juga diharapkan bisa menjadi destinasi edukasi budaya bagi pelajar, wisatawan, dan generasi muda Jawa Barat.
Pemprov Jabar juga ingin memastikan kawasan cagar budaya tetap terjaga dan tidak kehilangan nilai historisnya di tengah perkembangan kota.
Dengan anggaran Rp9 miliar tersebut, proses revitalisasi akan diarahkan untuk memperkuat fungsi museum, memperbaiki fasilitas, serta menata tampilan kawasan agar lebih sesuai dengan nilai sejarah yang dibawanya.
Dedi menegaskan, pelestarian budaya bukan hanya soal merawat bangunan, tetapi juga menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap akar sejarahnya.
Karena itu, revitalisasi Museum Pajajaran Batutulis diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali ruang-ruang sejarah di Jawa Barat.
“Yang paling penting, museum ini harus benar-benar menjadi ruang sejarah dan budaya yang hidup,” ucapnya.
Revitalisasi Museum Pajajaran Batutulis juga dinilai sejalan dengan upaya memperkuat identitas budaya Sunda di tengah masyarakat modern.
Ke depan, museum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi juga ruang edukasi, refleksi, dan kebanggaan masyarakat terhadap sejarah Pajajaran.***



