BOGOR.POJOKSATU.id - Kawasan Taman Heulang, Kota Bogor, kembali menjadi sorotan setelah masyarakat sekitar menyampaikan keluhan mengenai semakin maraknya pedagang kaki lima atau PKL yang membuka lapak di area tersebut.
Ruang publik yang seharusnya menjadi tempat warga beraktivitas, berjalan kaki, atau sekadar menikmati suasana taman, kini berubah menjadi deretan lapak yang membuat kawasan tampak padat dan tidak tertata.
Menurut warga, keberadaan PKL yang menempati jalur pedestrian dan titik-titik tertentu di sekitar taman menimbulkan ketidaknyamanan.
Area yang biasanya digunakan untuk berolahraga atau sekadar berjalan santai kini menjadi sempit dan sulit dilalui.
Selain itu, penataan yang tidak teratur juga membuat lingkungan terlihat kumuh dan jauh dari kesan taman kota yang rapi.
Tak hanya soal estetika, masyarakat juga mengkhawatirkan dampak lain dari aktivitas jualan yang tidak terkontrol.
Masalah kebersihan menjadi salah satu poin yang sering dikeluhkan, mulai dari sampah yang berserakan hingga sisa makanan yang dapat mengundang binatang.
Warga juga menyoroti potensi gangguan keamanan, terutama pada jam-jam tertentu ketika kawasan menjadi lebih ramai atau gelap.
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas.
Mereka meminta agar penertiban dilakukan secara serius dan berkelanjutan, sehingga keseimbangan antara kepentingan ekonomi para pedagang dan kenyamanan pengguna ruang publik dapat tercapai.
Masyarakat menilai bahwa Taman Heulang merupakan salah satu ikon ruang terbuka di Kota Bogor yang seharusnya dijaga fungsinya sebagai sarana rekreasi.
Dengan adanya penataan yang jelas dan kebijakan yang konsisten, warga berharap kawasan ini dapat kembali menjadi ruang yang tertib, nyaman, dan benar-benar bisa dinikmati oleh semua kalangan. ***



