POJOKSATU.id - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menemui Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan untuk mendengar langsung penjelasan usai Iwan bersumpah atau berani injak Alquran, jika terbukti ada jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Fadli berharap masalah tersebut ditarik dalam urusan politik.

"Jadi saya kebetulan ada kegiatam di Cibinong, sekaligus mampir bertemu (Iwan) dan menanyakan langsung tentang perkembangan isu-isu dan berita yang berkembang belakangan ini," kata Fadli, Rabu (1/3).

Menurut Fadli, Iwan telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada banyak pihak, khususnya pada ulama dan umat muslim atas pernyataannya yang dianggap merendahkan Alquran.

"Saya kira dari klarifikasi yang sudah saya baca dan disampaikan langsung juga di tengah kalangan ulama dan habaib, kyai kemarin saya kira sudah cukup jelas saudara Iwan sudah menyampaikan kekeliruannya dalam mengambil diksi dan tidak ada maksud sama sekali untuk mengurangi arti pentingnya Alquran. Kalimat itu dimaksudkan untuk menegaskan, hanya saja ada kata yang kurang tepat tetapi yg jelas tidak ada jual beli jabatan," kata Fadli.

"Nah ekspresi itu yang disalahpahami, dilepaskan dari konteksnya. Saya mengatakan soal teks dan konteks, jadi tidak ada maksud merendahkan," kata dia.

Telebih, Fadli Zon telah mengenal Iwan sejak duduk di bangku SMP di Cisarua, Kabupaten Bogor. "Saya tahu saudara Iwan ini bukan setahun dua tahun, saya kenal sudah 40 tahun, teman sekolah saya. Beliau juga keluarga pesantren, dibesarkan di pesantren dan keluaraga besarnya temasuk yang mendirikan pesantren salah satu yang tertua di wilayah ini. Jadi saya kira jangan sampai ada upaya untuk adu domba dan memprovokasi apalagi menjadikan ini sebagai alat politik. Ini saya kira tidak ada kaitan dengan itu, karena ini kan tahun politik, khawatirnya dijadikan alat poltik," tegasnya.

Fadli pun mengingatkan, Iwan untuk tetap menjalankan Pemerintahan Kabupaten Bogor dengan baik. "Saya kira dengan klarifikasi ke sejumlah tokoh, para ulama, ajengan dan kiyai itu semestinya kesalahpahaman ini tidak perlu berlanjut karena tidak produktif juga. Kami juga beri dukungan bahwa pemerintahan harus terus jalan. Bahkan lebih cepat," kata Fadli.

(Rishad Noviansyah)