POJOKSATU.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya menyarankan Gubernur Ridwan Kamil, memikirkan matang-matang rencana mengembalikan kewenangan pengelolaan SMA/K ke kota/kabupaten, menyusul banyaknya desakan dari kepala daerah.
Lelaki yang akrab disapa Kang AW itu, justru menuding Ridwan Kamil sudah frustrasi mengurus SMA/K di seluruh Jawa Barat, yang semakin hari semakin kompleks, tidak hanya dari sisi kualitas pendidikan namun, pembentukan moral para siswa.
"Saya sangat bisa memahami, tangan Kang RK (Ridwan Kamil) memang terlalu lembut dan halus untuk menangani kompleksitas peroslan yang ada di SMA dan SMK apalagi ngurusin tawurannya," kata Kang AW, Rabu (5/4).
Polisiti asal Kabupaten Bogor ini juga menyebut Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil telah menyerah untuk mengelola SMA/K. Terlebih, wacana mendirikan sekolah satu atap untuk mengantisipasi kekurangan SMA/K belum terealisasi.
"Selain itu ada program SPP gratis dengan BOPD untuk SMA/K Negeri malah jadi blunder karena kepala sekolah jadi bulan-bulanan orang tua, semenyata kebutuhan operasional sekolah belum memadai," ungkap Kang AW.
Kang AW menyebut, dalm setiap pembahasan di DPRD mengenai SMA/K, berkutat pada penyelamatan generasi, peningkatan SDM usi muda hingga antisipasi bonus demografi yang dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
"Yang harus diketahui, sejak pengelolaan SMA/K dikelola Pemprov Jabar, pendapatan guru honor itu meningkat. Jadi mereka dipastikan tidak akan mau jika kembali ke daerah yang kemampuan keuangannya terbatas," ungkapnya.
Sehingga, Kang AW meminta Ridwan Kamil tidak terlalu menyederhanakan persoalan, ketika gagal dalam pengelolaa, khususnya SMA/K.
"Yang pasti, mengusu SMA/K itu turunan dari amanat UU Pemda, yang pada intinya kita dibagi tugasnya dengan pemkab/pemkot yang mengurusi SD dan SMP. Mengurusi anak-anak SMA/K memang tak semudah membangun alun-alun, tapi dalam pandangan saya ngurusi anak-anak muda pasti jauh lebih utama dan lebih banyak pahalanya ketimbang bangun taman kota," kata Kang AW.
(Rishad Noviansyah)



