POJOKBOGOR.id - Kabarhakam Polri Komjen Pol Fadil Imran menegaskan Polri tetap netral dalam Pemilu 2024. Dia menegaskan, isu belakangan yang mempertanyakan netralitas Polri, dapat disampaikan pada ruang-ruang telah tersedia.

Menurutnya, netralitas para anggota Polri jelas termuat dalam Undang-Undang Polisi, di mana Korps Bhayangkara harus netral dan tidak berpihak pada kepentingan politik apapun.

Baca Juga: Kementerian KLKH Kumpulkan Stakeholder di Bogor untuk Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

"Para komandan, pimpinan polisi berada di tengah. Tugas kita mengamankan kontestasi, pengamanan tahapan pemilu. Isu polisi tidak netral sudah ada ruang yang disiapkan seperti Propam, Irwasum dan lain-lain," kata Fadil saat memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu dan Harkamtibmas 2024 di Korbrimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (7/2).

Jenderal bintang tiga itu juga menegaskan, setiap laporan yang masuk mengenai pelanggaran anggota Polri, akam diproses sesuai aturan yang berlaku. "Jika ada pelanggaran, pasti akan diproses," tegas Fadil.

Fadil mengungkapkan, apel gelar pasukan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Polri dalam pengamanan Pemilu dan Harkamtibmas 2024 agar dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Baca Juga: Bogor Valley Hotel Menghadirkan Promo Spesial Valentine dan Imlek untuk Bulan Februari

"Ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kita, kesiapan person|l, peralatan, kendataan serta sarana dan prasarana. Polri bertanggung jawab untuk mengamakan tahapan Pemilu dengan sandi Operasi Mantap Brata 2023-2024," tegasnya.

Dia mengungkapkan, rangkaian Pemilu sedang memasuki tahapan inti, di mana kampanye yang akan berakhir pada tanggal 10 Februari 2024.

Kemudian pada tanggal 11-13 Februari memasuki masa tenang dan selanjutnya memasuki tahapan pemungutan suara pada 14 Februari 2024, yang menjadi puncak rangkaian pemilu yang dilanjutkan dengan penghitungan suara.

Baca Juga: Pengumuman ! CGM Kota Bogor Absen Tahun Ini, Semua Fokus Dulu untuk Pemilu 2024

"Perlu diketahui bahwa tingkat kerawanan pasti akan terjadi dinamika, diperlukan kesiapan personil dan almatsus. Polri telah menyiapkan pasukan power on hand Kapolri sebanyak 1.500 personel dengan kualifikasi PHH, anti anarkis, jibom, wanterror dan KBRN," kata dia. ***