BOGOR.POJOKSATU.id — Kabar ditemukannya Bayu Zulkarnaen (36), ASN Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor yang hilang lebih dari satu bulan, ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sebelumnya, informasi mengenai Bayu ditemukan di Sukabumi ramai diperbincangkan setelah beredar siaran langsung TikTok dari seorang petugas berseragam oranye.
Dalam siaran tersebut, petugas itu menyebut Bayu yang sebelumnya diduga hanyut di Sungai Cisadane telah ditemukan di wilayah Sukabumi.
Tak hanya itu, dalam siaran yang sama juga muncul klaim bahwa Bayu telah dijemput oleh tim dari Polresta Bogor Kota.
Informasi tersebut kemudian dengan cepat menyebar dan memunculkan anggapan bahwa misteri hilangnya Bayu sejak Agustus 2026 akhirnya terjawab.
Namun, kabar tersebut ternyata belum terverifikasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, saat dikonfirmasi pada Kamis, 17 September 2026, meluruskan informasi yang beredar tersebut.
Dimas menjelaskan bahwa pernyataan dalam siaran langsung TikTok itu merupakan informasi awal yang belum melalui proses verifikasi.
Dengan demikian, klaim bahwa Bayu telah ditemukan di Sukabumi belum bisa dipastikan sebagai fakta.
BPBD Kota Bogor juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat informasi tersebut.
Dimas menegaskan bahwa operasi pencarian atau SAR terhadap Bayu sebelumnya telah resmi dihentikan.
Hingga operasi SAR ditutup, belum ada informasi resmi mengenai keberadaan Bayu.
Bayu Zulkarnaen sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh atau hanyut di Sungai Cisadane.
Sejak saat itu, tim SAR gabungan melakukan pencarian di sejumlah titik aliran sungai, namun keberadaan Bayu belum ditemukan.
Kini, setelah lebih dari satu bulan, misteri keberadaan ASN Pemkot Bogor tersebut kembali menjadi perhatian publik.
Namun hingga ada keterangan resmi dari pihak berwenang, masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan bahwa Bayu benar-benar telah ditemukan di Sukabumi.
Kepastian mengenai keberadaan Bayu masih menunggu hasil verifikasi dan keterangan resmi dari pihak terkait. ***



