POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), terus melakukan monitoring dan evaluasi penggunaan anggaran bantuan keuangan desa atau Samisade, jelang akhir tahun 2023.

Sekretaris DPMD Kabupaten Bogor Dede Armansyah menjelaskan, pada Samisade 2023, dilaksanakan 414 desa dengan tahap pertama telah terealisasi 98,27 persen atau 720 titik pada 408 desa di 39 kecamatan. Anggaran yang terserap Rp240,5 miliar, hingga 10 November 2023.

"Untuk yang tahap II, sampai Jumat kemarin realisasinya 71,89 persen meliputi 512 titik pada 229 desa di 39 kecamatan. Anggaran yang terserapnya Rp117,3 miliar," kata Dede Armansyah, Selasa (14/11).

Baca Juga: Berenang di Sungai Cileungsi, Seorang Pemuda Hilang Terseret Arus

Dede menyebut, ada dua desa di Kecamatan Sukaraja tidak melaksanakan Samisade 2023. Yakni Desa Sukatani dan Desa Cibanon. Meski begitu, dua desa tersebut dapat mengajukan Samisade pada 2024. "Dua desa itu memang dari awal tidak melaksanakan," kata Dede.

Dede mengimbau, pemerintah desa yang belum mengajukan permohan pencairan Samisade tahap II, agar segera menyampaikan permohonan paling lambat 1 Desember 2023.

"Sementara untuk pekerjaan fisik di lapangan kita berharap pada akhir Desember sudah terealisasi semua, beserta laporan hasil pekerjaannya," jelas Dede.

Baca Juga: Jalan Narogong Makan Korban Lagi, Satu Pengendara Tewas Terlindas Truk

DPMD Kabupaten Bogor melakukan rapat monitoring dan evaluasi tiap Jumat, maupun tinjauan langsung ke lapangan untuk melihat progres penggunaan Samisade di lapangan. "Kita monitor terus tiap Jumat siang. Karena kita mengejar juga ini sudah mau akhir tahun," kata dia.

Program Samisade dianggarkan dalam APBD tahun anggaran 2023 dengan anggaran lebih besar dari tahun sebelumnya, yakni Rp407 miliar. ***