BOGOR.POJOKSATU.id - Memasuki Ramadan 2026, fenomena pengemis musiman kembali terlihat di sejumlah titik strategis di Kota dan Kabupaten Bogor. Mereka tampak duduk di trotoar hingga tepi jalan, menanti uluran tangan dari pengguna jalan yang melintas.
Di wilayah Kota Bogor, keberadaan pengemis musiman terpantau di Jalan Dadali, Jalan Panduraya, serta kawasan Jembatan Coger. Sementara di Kabupaten Bogor, aktivitas serupa terlihat di Jalan Tegar Beriman dan sekitar kawasan Pakansari, Cibinong.
Sebagian dari mereka bahkan membawa anak-anak saat meminta-minta, kondisi yang memantik perhatian warga.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Bogor, Coki Irsanza Herza Rambe, membenarkan adanya peningkatan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) selama bulan Ramadan.
“Ada peningkatan, tetapi tidak terlalu signifikan dibanding periode sebelumnya,” ujar Coki.
Ia menjelaskan, sebagian pengemis memang sudah berada di Kota Bogor sejak sebelum Ramadan. Namun, ada pula pendatang baru yang mulai terpantau saat intensitas aktivitas masyarakat meningkat di bulan suci.
Berdasarkan hasil pendataan Dinas Sosial, mayoritas pengemis yang terjaring operasi penertiban berasal dari luar Kota Bogor. Beberapa di antaranya tercatat datang dari Kabupaten Bogor, Cianjur, Sukabumi, hingga Bekasi.
Fenomena ini menunjukkan adanya mobilitas pendatang yang memanfaatkan momentum Ramadan, ketika kepedulian dan aktivitas berbagi masyarakat cenderung meningkat.
Dinas Sosial Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi agar penanganan sosial dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. ***



