BOGOR.POJOKSATU.id – Mobilitas masyarakat yang menggunakan Kereta Rel Listrik terus menunjukkan tren tinggi. Sepanjang semester pertama 2026, Stasiun Bogor kembali mencatatkan diri sebagai stasiun dengan jumlah penumpang terbanyak di wilayah Jabodetabek.
Berdasarkan data periode Januari hingga Juni 2026, Stasiun Bogor melayani sekitar 18,45 juta pergerakan penumpang. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 9,37 juta penumpang yang masuk atau gate in dan 9,08 juta penumpang yang keluar.
Tingginya aktivitas di Stasiun Bogor sejalan dengan tingginya jumlah pengguna Bogor Line, yang selama enam bulan pertama tahun ini melayani sekitar 78,08 juta pelanggan.
Dengan capaian tersebut, Stasiun Bogor berhasil menjadi stasiun tersibuk di jaringan KRL Jabodetabek, bahkan melampaui dua stasiun besar di Jakarta.
Sebagai perbandingan, Stasiun Tanah Abang mencatat sekitar 17,29 juta penumpang, sedangkan Stasiun Sudirman melayani sekitar 13,08 juta penumpang pada periode yang sama.
Tingginya jumlah pengguna di Stasiun Bogor menunjukkan kawasan Bogor masih menjadi salah satu pusat mobilitas terbesar bagi masyarakat yang beraktivitas menuju Jakarta maupun daerah penyangga lainnya setiap hari.
Selain melayani para pekerja komuter, Stasiun Bogor juga menjadi titik keberangkatan mahasiswa, pelajar, wisatawan, hingga masyarakat yang memanfaatkan KRL sebagai moda transportasi utama karena dinilai lebih cepat dan efisien dibandingkan kendaraan pribadi.
Peningkatan jumlah penumpang tersebut juga menjadi tantangan bagi operator untuk terus meningkatkan pelayanan, mulai dari kenyamanan, keamanan, hingga pengaturan arus penumpang, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Dengan predikat sebagai stasiun terpadat se-Jabodetabek, Stasiun Bogor diperkirakan masih akan menjadi salah satu simpul transportasi paling penting di kawasan metropolitan, menghubungkan jutaan perjalanan masyarakat setiap bulannya.***



