POJOKSATU.id - Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan menampik jika ada keretakan hubungan antara dirinya dengan Bupati Bogor non-aktif Ade Yasin beserta jajaran Partai Persatuan Pembangunan (PPP), meski dirinya sebagai pembina partai politik (parpol) di Kabupaten Bogor tidak diundang dalam Harlah ke-50 PPP, Minggu (12/2) lalu.
"Nggak diundang. Mungkin itu agenda internal partai. Saya memang nggak diundang. Sudah cek di kesekretariatan nggak ada (undangan). Saya paham juga kalau itu internal," kata Iwan Setiawan, Rabu (15/2).
Iwan berasumsi, jelang Pemilu 2024 banyak parpol tengah menyusun langlah strategis untuk memenangkan pemilu. Sehingga, Iwan coba memahami hal tersebut, meski PPP dan Gerindra (partai Iwan bernaung) berkoalisi dalam Pilkada 2018.
"Ya juga Ketua DPC Gerindra melekat sebagai Plt Bupati. Saya memahami kalau tidak diundang karena mungkin ada pembahasan strategis yang akan membuat kagok jika mengundang dari partai lain untuk pemenangan 2024," kata Iwan.
Diberitakan sebelumnya, isu kerenggangan hubungan politik antara Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan dengan Bupati Bogor non-aktif Ade Yasin, semakin nyata. Hal itu terlihat dari tidak hadirnya Iwan dalam Harlah ke-50 Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Minggu (12/2).
Diketahui, Iwan merupakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor itu, diusung oleh Gerindra, PPP dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Pilkada Kabupaten Bogor 2018 untuk menjadi Wakil Bupati mendampingi Ade Yasin.
Namun, setelah Ade Yasin tersandung kasus dugaan suap pada April 2022 lalu, hubungan Iwan dengan Ade Yasin diisukan merenggang dalam beberapa momen yang menghadirkan tokoh PPP pun Iwan tak terlihat.
Seperti dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Graha Wartawan, Cibinong pada 9 Februari 2023, Iwan tidak hadir, dia melaksanakan kegiatan minggon Bogor Keliling (Boling) di Kecamatan Caringin.
Di sisi lain, justru eks Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) hadir dalam peringatan HPN 2023. Diketahui, RY merupakan kakak dari Bupati Bogor non-aktif Ade Yasin.
Terakhir, Iwan tidak hadir dalam peringatan Harlah ke-50 PPP, Minggu (12/2). Entah Iwan tidak hadir karena tidak diundang atau karena alasan lain.
Dikonfirmasi, Ketua Panitia Harlah ke-50 PPP di DPC PPP Kabupaten Bogor, Junaedi Samsudin menegaskan, bahwa Iwan sejatinya diundang untuk hadir. "Diundang lah. Tapi mohon maaf. Urusan undangan ada di DPC PPP (Kabupaten Bogor)," kata Junaedi, Senin (13/2).
Pada hari yang sama, Minggu (12/2), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menerbitkan rilis bahwa Plt Bupati Iwan setiawan menerima kedatangan Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (Pantarlih) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Iwan menerima kedatangan petugas yang dipimpin langsung Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni di kediamannya, Kecamatan Cisarua.
"Hari ini (kemarin) saya kedatangan teman-teman Pantarlih dari KPU Kabupaten Bogor yang dipimpin ketuanya langsung. Mereka sedang melakukan Coklit daftar pemilih untuk Pemilu 2024," ujar Iwan Setiawan, dalam rilis yang diterima.
Iwan Setiawan menjelaskan, saat ini tahapan Pemilu 2024 terus berjalan. Ia mengajak seluruh warga Kabupaten Bogor turut serta menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini, termasuk dalam tahapan Coklit.
"Data pemilih yang akurat dan mutakhir menjadi salah satu bagian penting untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas," ungkapnya.
Untuk itu, ia meminta masyarakat turut serta menyukseskan tahapan ini dengan memberikan data yang benar. Untuk mempermudah petugas, warga diminta menyiapkan copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) terbaru.
(Rishad Noviansyah)



