INFOLADISHA - Pemkot Bogor melalui Dinas Pendidikan atau Disdik Kota Bogor bakal menggabungkan (merger) Sekolah Dasar (SD), karena kurangnya tenaga pendidikan dan kosongnya 43 posisi kepala SD.
Rencana menggabungkan Sekolah Dasar itu disampaikan Wali Kota Bogor Dedie Rachim, ketika membahas persiapan kelanjutan merger SD di Kantor Disdik Kota Bogor.
“Tadi saya membahas terkait rencana merger sekolah. Jadi beberapa Sekolah Dasar akan kami laksanakan penggabungan atau meger. Kenapa harus dilakukan? Karena kami kalau tidak hati-hati, maka defisit guru itu semakin hari semakin besar, sementara penambahan guru dalam lima tahun ke depan belum bisa kami prediksi,” ujar Dedie, Selasa, 12 Agustus 2025.
Baca Juga: Ingin Honeymoon Anti Boring? Coba Menginap di 6 Villa Romantis Puncak Ini, Dijamin Bikin Betah
Untuk dapat mempercepat proses pengisian kekosongan guru, lanjut Dedie, Disdik Kota Bogor akan melaksanakan merger atau dua Sekolah Dasar dijadikan satu.
Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu jalan yang harus ditempuh untuk mengatasi berbagai persoalan di bidang pendidikan khususnya kelangkaan guru.
Kemudian, ada 43 posisi kepala Sekolah Dasar yang kosong dan harus diisi.
Ia mengatakan dengan merger akan terbantu, namun Disdik diminta untuk segera memenuhi syarat bagi kepsek.
“Tapi untuk pemenuhan syarat bagi kepala sekolah saya minta Kepala Disdik untuk segera, apa saja yang segera bisa dipenuhi atau menunggu proses merger,” ujar Dedie.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Wisata Anak di Bogor yang Seru, Edukatif, dan Ramah Keluarga
Sementara terkait dengan sistem penerimaan murid baru (SPMB) ke depan, pihaknya tengah menyusun perwali tentang kondisi anak dilempar sendirian (pindah kartu keluarga) mendekatkan ke sekolah-sekolah unggulan atau sekolah favorit tanpa ada pendampingan orang tua.
“Jadi modus lama ini, orang tuanya di kelurahan A, anaknya dipindahkan ke kelurahan C karena dekat dengan sekolah favorit, nah ini kami akan antisipasi dari sekarang dan kedepan tidak boleh terjadi praktek praktek seperti ini,” jelasnya.
Kepala Disdik Kota Bogor, Herry Karnadi, menambahkan merger sekolah menjadi salah satu strategi untuk mengantisipasi kekurangan guru, kedua untuk mengefektifkan mutu pendidikan.
Ia menyebut hal tersebut sudah menjadi wacana lama dan tahun ini akan dipercepat dengan melakukan membuat perwali merger sekolah.
Baca Juga: Ngeri, Dalam 10 Hari Ada 65 Bencana di Kota Bogor, BPBD Minta Warga Hati Hati
“Tadi Pak Wali bilang kekurangan kepala sekolah 43 orang, kekurangan guru SD itu hampir 600 orang. Bagaimana kami bicara mutu pendidikan, kalau pengajar aja kekurangan. Merger menjadi salah satu untuk menutupi kekurangan itu, dengan mutu pendidikan,” tutur Herry.
Dalam waktu dekat, Herry mengatakan beberapa sekolah yang akan merger di antaranya SD Sumeru 5 dengan SD Menteng, SD Pengadilan 2 dan Pengadilan 5, SD Polisi 1, 2, 4, 5 juga akan dimerger hingga ada SD Ciheuleut.
Kata ia, totalnya sekitar 23 sekolah akan dimarger menjadi 11 Sekolah Dasar. Seraya itu pihaknya membuat perwali dan akan dikebut.
“Yang pasti tahun depan akan ada yang kami merger, supaya mengurangi kekurangan guru. Karena makin lama, semakin berkurang guru, karena ada yang pensiun,” ujarnya.
“Untuk kekurangan guru ditingkat Sekolah Dasar juga kami akan bekerja sama dengan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang magang, akan diberdayakan menjadi tenaga pengajar,” tambahnya.



