BOGOR.POJOKSATU.id – Proyek pembangunan trase atau jalan baru sebagai pengganti akses longsor di kawasan Batutulis, Kota Bogor, terus menunjukkan perkembangan positif.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut progres pembangunan saat ini telah mencapai hampir 45 persen.

Angka tersebut berada di atas target awal yang sebelumnya dipatok sekitar 39 persen.

“Target 39 persen, sekarang sudah hampir 45 persen. Jadi sesuai dengan target kita, paling tidak di awal November itu sudah bisa dibuka,” kata Dedie.

Meski progres berjalan cukup baik, pembangunan jalur baru masih menghadapi sejumlah kendala teknis.

Salah satunya adalah kondisi tanah lempung yang ditemukan pada area trase baru.

Menurut Dedie, karakter tanah tersebut membutuhkan penanganan khusus agar konstruksi jalan tetap aman dan stabil.

Selain persoalan tanah, terdapat pula perbedaan lebar antara jalur baru dengan jalur lama yang mencapai sekitar dua meter.

Perbedaan itu nantinya akan disesuaikan melalui modifikasi geometri jalan.

“Ada beberapa kendala, yang pertama adanya tanah lempung yang mungkin penanganannya tadi sudah disampaikan, harus ada treatment,” ujar Dedie.

Ia menambahkan, penyesuaian pada jalur lama juga akan dilakukan agar kedua akses dapat terhubung dengan baik.

Saat ini, pekerjaan juga difokuskan pada pembangunan saluran drainase dan outlet pembuangan air.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan aliran air tertata dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Dedie menilai kondisi cuaca yang masih relatif kering menjadi momentum yang tepat untuk mempercepat pengerjaan.

Pemkot Bogor berharap pembangunan trase baru Batutulis dapat terus berjalan sesuai jadwal sehingga akses tersebut bisa mulai dibuka pada awal November 2026. ***