BOGOR.POJOKSATU.id - Kepadatan penumpang KRL lintas Bogor dalam beberapa hari terakhir turut dirasakan Wakil Menteri Dalam Negeri atau Wamendagri Bima Arya.

Bima yang cukup sering menggunakan Commuter Line untuk berangkat bekerja mengaku kondisi gerbong terasa jauh lebih penuh dibandingkan biasanya.

Kepadatan tersebut terjadi setelah adanya penyesuaian perjalanan KRL lintas Bogor yang mulai diberlakukan sejak 7 September 2026.

Sebanyak 17 perjalanan sempat dikurangi karena adanya penarikan rangkaian KRL produksi INKA untuk menjalani proses perawatan.

“Seminggu terakhir Commuter Line berasa lebih padat dari biasanya. Efek dari penyesuaian 17 perjalanan KRL karena sedang dilakukan penarikan rangkaian KRL produksi INKA untuk di-service,” kata Bima melalui akun media sosial pribadinya.

Kondisi padat itu membuat pengalaman perjalanan yang biasanya masih cukup nyaman berubah drastis.

Bima bahkan mengaku awalnya masih sempat membaca selama berada di dalam gerbong.

Namun, semakin lama kondisi menjadi lebih sesak.

“Tadinya masih bisa asik baca. Lama-lama susah nafas. Beberapa kali juga pintu susah ditutup. Petugas berulang kali imbau penumpang untuk tidak memaksakan masuk,” ujarnya.

Kepadatan di lintas Bogor sebelumnya memang menjadi sorotan karena banyak pengguna mengeluhkan gerbong penuh dan antrean penumpang yang menumpuk.

Merespons kondisi tersebut, KAI Commuter kemudian melakukan evaluasi. Pada Kamis, 10 September 2026, sebanyak 13 perjalanan KRL lintas Bogor kembali ditambahkan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan penambahan perjalanan dilakukan setelah pihaknya mengevaluasi kepadatan penumpang akibat penyesuaian 17 perjalanan sebelumnya.

Penambahan perjalanan tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan sekaligus membuat distribusi penumpang lebih merata.

Meski demikian, pengguna KRL tetap diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan masuk ketika kapasitas gerbong sudah terlalu penuh. ***