POJOKBOGOR.id — Sebuah pohon karet kebo berusia puluhan tahun yang berdiri di depan Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, kini dalam kondisi mengkhawatirkan.

Pohon berakar besar itu tampak miring ke arah jalan protokol yang setiap harinya dilintasi ribuan kendaraan.

Pantauan pada Minggu (21/9/2025) menunjukkan arus lalu lintas ramai di bawah bayang-bayang pohon tersebut.

Beberapa dahan tampak sudah dipangkas, namun penanganan masih terbatas dan belum sepenuhnya menghilangkan risiko.

Lokasi pohon berada di titik paling strategis kota yang bersebelahan dengan pintu masuk Kebun Raya Bogor, Balai Kota, dan tak jauh dari kawasan Istana Kepresidenan.

Jika tumbang, pohon itu bukan hanya membahayakan pengendara, tapi juga bisa menutup akses jalan vital di pusat kota.

Sekretaris Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperumkim) Kota Bogor, Erwin Gunawan, memastikan pihaknya sedang melakukan penanganan.

“Kami sedang menangani dengan melakukan pemangkasan pohon Karet Kebon itu,” ujarnya.

Warga pun mengaku resah. Isra, seorang pengendara yang kerap melintas, berharap pohon segera ditangani lebih serius.

“Iya saya perhatikan juga ternyata miring, harus segera ditangani. Saya lihat juga sudah ada bekas pemotongan dahannya,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Bogor sejatinya sudah memiliki sistem pendataan dengan KTP pohon sejak 2016.

Hingga kini tercatat 2.047 pohon di jalur hijau kota yang memiliki identitas khusus, berfungsi layaknya rekam medis untuk memantau kesehatan pohon.

“KTP pohon itu seperti rekam medis, untuk mengetahui apakah pohon sehat atau harus segera ditangani,” jelas Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor, Devi Librianti.

Mayoritas pohon di jalur hijau Kota Bogor adalah kenari, mahoni, bungur, tabebuya, flamboyan, hingga trembesi.

Namun, sejumlah ruas jalan dinyatakan rawan pohon tumbang, termasuk Jalan Ahmad Yani, Jalan Pajajaran, Jalan Batutulis, dan Jalan RE Martadinata.

Dengan posisi pohon yang berada di jantung kota, langkah cepat penanganan kini menjadi sorotan.

Warga berharap pemangkasan menyeluruh atau relokasi segera dilakukan, agar lalu lintas tetap aman dan masyarakat terhindar dari potensi bahaya.