POJOKBOGOR.id – Meskipun hujan deras mengguyur, semangat Calon Wakil Wali Kota Bogor nomor 5, Eka Maulana, tidak surut untuk menyapa warga dan membuktikan komitmennya mendekatkan diri kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi pasangan calon nomor urut 5, Dokter Rayendra dan Eka Maulana, dalam Pilkada 2024.

Bertempat di wilayah Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Eka bersama timnya berkeliling dari rumah ke rumah.

Tanpa memedulikan hujan lebat, pria berkacamata yang dikenal dengan penampilannya yang menarik ini terus menampung aspirasi warga, sambil berbincang hangat dengan mereka.

Momen tersebut terasa sangat berarti bagi banyak warga. Di salah satu teras rumah, seorang ibu dengan penuh haru menyampaikan perasaannya.

"Kami merasa diperhatikan. Kehadiran beliau di tengah hujan ini memberi kami harapan bahwa pemimpin yang peduli ada di sini. Kami sangat berharap Dokter Rayendra dan Eka Maulana bisa terpilih di Pilkada nanti," ujarnya.

Eka Maulana datang tidak hanya untuk berkampanye, tetapi untuk mendengarkan langsung harapan dan keluhan masyarakat.

Selama kunjungannya, ia mendengar berbagai aspirasi terkait pendidikan, kesehatan, hingga lapangan kerja.

Warga berharap pemimpin terpilih bisa membawa perubahan nyata.

Antusiasme warga terlihat jelas, banyak dari mereka menyatakan dukungan kepada pasangan Dokter Rayendra dan Eka Maulana.

"Kami butuh pemimpin yang dekat dengan rakyat, yang mau mendengarkan apa yang kami butuhkan," ujar seorang pemuda setempat.

Meski hujan tak kunjung reda, Eka tetap melanjutkan langkahnya, menyapa dan berbincang dengan berbagai kalangan.

Setiap kunjungan dipenuhi cerita, tawa, dan harapan.

Warga merasa semakin terhubung dengan calon pemimpin yang berusaha memahami kondisi mereka.

Eka menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar kampanye, melainkan membawa visi dan misi yang sesuai dengan keinginan serta kebutuhan warga.

Setiap keluhan dan harapan yang disampaikan akan menjadi pijakan dalam program kerja jika dirinya dan Dokter Rayendra terpilih.

"Selama saya menemui warga, aspirasi mayoritas adalah soal pendidikan—seperti kurangnya sekolah baru atau ijazah yang tertahan di sekolah swasta, kurangnya lapangan kerja yang menyebabkan pengangguran, serta masalah kesehatan seperti BPJS PBI yang tidak bisa digunakan dan BPJS mandiri yang masih memiliki tunggakan," jelas Eka.

"Tentu semua ini menjadi prioritas bagi kami. Kebutuhan mendasar warga harus terpenuhi. InsyaAllah, dengan program kami (Dokter Rayendra - Eka Maulana), harapan, keinginan, dan kebutuhan warga akan terakomodasi dalam visi dan misi yang telah kami rencanakan ke depan," tambahnya.***