POJOKSATU.id, BOGOR - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Bogor merilis platform layanan konsultasi kependudukan dan pencatatan sipil yang diberi nama SAMPURASUN Dukcapil.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Bogor Ganjar Gunawan mengatakan SAMPURASUN Dukcapil merupakan singkatan dari Santun Menjawab Persoalan Untuk Segerakan Urusan Dukcapil.
Menurut Ganjar, hotline konsultasi layanan kependudukan dibuka setiap hari kerja, Senin sampai Jumat pukul 08.00-15.00 WIB.
Masyarakat yang ingin berkonsultasi atau ingin menanyakan persyaratan administrasi kependudukan, seperti kartu tanda penduduk (KTP, kartu keluarga (KK), akta kelahiran, dan lainnya dapat mengirimkan chat ke nomor WhatsApp 0812-9000-3271 atau 0821-9000-3271.
"SAMPURASUN Dukcapil adalah sebuah platform layanan konsultasi dalam bentuk chat WhatsApp (WA) untuk memudahkan masyarakat Kota Bogor mendapatkan informasi dan penjelasan terkait proses, persyaratan, dan apapun yang masih belum jelas," ucap Ganjar Gunawan, Senin (27/2/2023).
BACA : Dukcapil Kota Bogor Buka Layanan Konsultasi Kependudukan Via WA 081290003271
Melalui layanan konsultasi itu, Dukcapil akan menjawab dan memberikan penjelasan kepada masyarakat Kota Bogor yang masih bingung terkait administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
Dijelaskan Ganjar, hotline ini melengkapi ruang komunikasi antar warga dengan Dukcapil yang sebelumnya sudah tersedia, seperti Pojok Aduan.
"Selama ini bukan tidak ada ada jalur komunikasi dengan warga. Kita ada Pojok Aduan yang menerima pertanyaan maupun saran dari masyarakat," terang Ganjar.
BACA : Syarat dan Cara Buat KTP Digital, Kota Bogor Targetkan 200 Ribu IKD
Melalui Pojok Aduan tersebut, Dukcapil memfasilitasi kebutuhan informasi masyarakat terkait layanan administrasi kependudukan.
Selain Pojok Aduan, Dukcapil juga membuka layanan administasi kependudukan dan pencatatan sipil melalui akun media sosial (medsos) Instagram Dukcapil Kota Bogor.
"Persoalannya tidak semua warga punya akun medsos atau buka-buka Instagram. Jadi, kita buka ruang komunikasi yang lebih luas dengan hotline WhatsAPP ini," jelas Ganjar.
Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor tersebut mengatakan, warga yang tidak punya akun medsos bisa bertanya melalui hotline Dukcapil. Begitu juga dengan masyarakat yang tidak sempat datang ke kantor Disdukcapil.
"Paling tidak, masyarakat tidak bingung mau nanya ke siapa. Misalnya, warga Kota Bogor yang sibuk dari Senin sampai Jumat karena dia kerja di Jakarta atau di luar Kota Bogor. Nah, mereka bisa konsultasi melalui hotline Dukcapil," beber Ganjar.
Selain memudahkan layanan administrasi kependudukan, hotline SAMPURASUN Dukcapil juga bertujuan untuk mendekatkan Dukcapil dengan masyarakat.
"Kita juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa administrasi kependudukan itu sangat urgen, dasar sekali sebagai pintu masuk layanan-layanan publik lainnya," kata Ganjar.
"Mau punya SIM harus punya KTP dulu. Mau BPJS harus punya KTP dulu. Mau NPWP harus punya KTP dulu. Mau dirawat di ICU harus punya KTP dulu," tambah Ganjar.
Terkadang masyarakat baru sibuk mengurus dokumen kependudukan saat menghadapi kesulitan.
Sejatinya masyarakat terlebih dahulu menertibkan administrasi kependudukan dan catatan sipil yang menjadi layanan dasar untuk layanan sektor-sektor lain.
Lebih jauh Ganjar memaparkan bahwa hotline Sampurasun Dukcapil dibuka dalam rangka tertib administrasi kependudukan jelang Pemilu 2024.
"Kita berharap pada Pemilu 2024 tidak ada yang kehilangan hak pilih, termasuk pemilih pemula," terang Ganjar.
"Paling tidak dia bisa tahu dulu, nanya dulu. Kita juga melakukan perekaman KTP elektornik untuk pemilih pemula," pungkas Ganjar Gunawan. (rifky/pojoksatu)



