BOGOR.POJOKSATU.id – Pemerintah Kota Bogor mulai mengkaji kemungkinan menghidupkan kembali kegiatan Car Free Day atau CFD. Jalan Regional Ring Road atau R3 menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk pelaksanaannya.

Wacana tersebut muncul setelah Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin melihat langsung pelaksanaan CFD di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Menurut Jenal, Kota Bogor perlu kembali memiliki ruang khusus yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berjalan kaki, dan melakukan berbagai aktivitas publik tanpa terganggu kendaraan bermotor.

Rencana itu telah disampaikan Jenal kepada Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Pemerintah kota akan mengkaji apakah CFD dapat kembali digelar di lokasi lama atau dipindahkan ke kawasan baru.

“Kemarin malam saya sampaikan ke Pak Wali, kita harus punya CFD. Entah di jalan yang lama atau di titik yang baru, salah satunya di R3. Kita kaji dulu,” ujar Jenal.

Ia menyebut Pemerintah Kota Bogor pada prinsipnya bersemangat untuk kembali menghadirkan CFD.

Namun, penentuan tempat dan skema pelaksanaannya harus diperhitungkan secara matang agar tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat lainnya.

Jenal berencana mengumpulkan sejumlah organisasi perangkat daerah atau OPD untuk membahas lokasi alternatif, pengaturan lalu lintas, keamanan, kebersihan, dan dampak terhadap warga sekitar.

“Secepatnya kita kumpulkan beberapa OPD. Kita cari titik-titik alternatif yang tentu tidak mengganggu fasilitas yang lainnya,” katanya, Selasa, 28 Juli 2026.

Jalan R3 dinilai menjadi salah satu opsi karena memiliki ruas jalan yang cukup panjang dan kerap digunakan masyarakat untuk berolahraga. Meski demikian, lokasi tersebut belum ditetapkan secara resmi.

Pemerintah masih perlu mempertimbangkan jalur pengalihan kendaraan, akses menuju permukiman, keberadaan tempat usaha, serta kebutuhan parkir pengunjung.

Apabila kembali digelar, CFD diharapkan tidak hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga ruang interaksi warga dan sarana bagi pelaku UMKM.

Masyarakat masih harus menunggu hasil kajian serta keputusan resmi Pemerintah Kota Bogor mengenai lokasi dan jadwal pelaksanaannya.***