POJOKBOGOR.Id - Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi atau HMI MPO Cabang Bogor mengkritisi rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyelenggarakan Inagurasi dan Munaslub APEKSI.

HMI MPO Cabang Bogor menyoroti acara yang bakal digelar sebelum periode Wali Kota Bima Arya dan Dedie A Rachim rampung pada Desember 2023, lantaran menggunakan anggaran APBD.

"HMI MPO Cabang Bogor menolak segala rangkaian kegiatan tersebut jika kegiatan seremonial tersebut menggunakan APBD," ujar Ketua HMI MPO Cabang Bogor, Irfan Yoga melalui keterangan tertulisnya, Senin (25/09/2023).

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Perempuan di Bogor Masih Berkeliaran Bebas, Fotonya Beredar di Media Sosial

Penyelenggaraan kegiatan seremonial itu, kata Irfan, tidak elok lantaran Pemkot Bogor sempat mengalami defisit Rp147 miliar pada APBD Tahun Anggaran 2023 karena salah asumsi Silpa.

"Kegiatan-kegiatan seremonial seperti ini jangan sampai di fasilitasi oleh APBD. Masih banyak kegiatan yang dapat diprioritaskan dalam penggunaan APBD dengan alasan apapun," tegas Irfan.

Kata dia, HMI MPO menilai bahwa dengan alasan apapun tidak dibenarkan kegiatan seremonial tersebut menggunakan APBD, walaupun melalui mekanisme yang benar.

Baca Juga: Bima Arya Ajak Gen Z Memanfaatkan Bonus Demografi dan Peduli Lingkungan

"Dalam 10 tahun pengabdian yang dilakukan wali kota silahkan dilakukan sewajarnya saja toh. Apalagi ditambah dengan kondisi Kota Bogor yang tengah carut marut di segala sektor," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Denny Mulyadi membantah bila keuangan 'Kota Hujan' masih mengalami defisit anggaran dalam Rancangan APBD Perubahan 2023.

"Nggak (defisit). Sekarang Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sedang harmonisasi mengenai anggaran belanja. Dalam waktu dekat ini segera diparipurnakan di DPRD," tandas dia menanggapi kritikan HMI MPO Cabang Bogor.