BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bogor menyiapkan anggaran hingga Rp3 miliar untuk menata pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pusat kota demi menghilangkan stigma lokasi kumuh.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membangun zona khusus PKL di Jalan Nyi Raja Permas, tepatnya di area belakang Masjid Agung Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa pembangunan kawasan baru bagi para pedagang tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun ini.

Menurutnya, rencana relokasi telah dipersiapkan untuk menampung ratusan pedagang yang saat ini beraktivitas di sejumlah titik strategis di pusat kota.

“Sudah terkonsepkan PKL dari Alun-Alun, Dewi Sartika hingga Mayor Oking. Sekitar 420 PKL akan direlokasi ke Jalan Nyi Raja Permas di belakang Masjid Agung,” ujar Jenal Mutaqin.

Zona PKL yang akan dibangun nantinya menggunakan konsep hanggar terbuka, sesuai dengan arahan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

Kawasan tersebut dirancang agar terhubung dengan arus pejalan kaki dari Stasiun Bogor menuju Jalan Nyi Raja Permas.

“Akan dibangun hanggar agar penumpang dari Stasiun Bogor yang keluar bisa langsung menuju kawasan Nyi Raja Permas. Anggarannya diperkirakan sekitar Rp2,7 hingga Rp3 miliar,” jelas Jenal.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menjelaskan bahwa kawasan tersebut akan dibagi menjadi dua zona utama sesuai jenis dagangan para pedagang.

Zona pertama akan diperuntukkan bagi PKL kuliner, yang berada di area dari belakang Masjid Agung hingga Blok F. Sedangkan area dari Blok F hingga Propindo akan dibangun hanggar khusus untuk PKL sayur.

“Jadi di Jalan Nyi Raja Permas ini akan dibagi dua. Ada zona kuliner dari belakang Masjid Agung sampai Blok F, kemudian dari Blok F sampai Propindo akan dibuat hanggar untuk PKL sayur,” ujar Dedie.

Meski demikian, Dedie mengakui bahwa penataan PKL di pusat kota bukan hal yang mudah. Hal ini karena jumlah pedagang sering berubah dari waktu ke waktu.

“Tidak mudah karena jumlahnya tidak stabil. Hari ini bisa 200 pedagang, tiba-tiba bisa bertambah menjadi 300. Dinamikanya sangat tinggi,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Bogor berharap pembangunan zona PKL di Jalan Nyi Raja Permas dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menata aktivitas pedagang sekaligus menciptakan kawasan pusat kota yang lebih tertib dan nyaman. ***