POJOKBOGOR.id - Sebuah video yang beredar di media sosial membuat warga Kota Bogor heboh.
Rekaman itu memperlihatkan tujuh wanita muda dalam kondisi tampak tertekan di sebuah rumah yang disebut sebagai panti jompo di wilayah Bogor Utara.
Warga yang curiga pun melapor ke pihak kepolisian, mengira para wanita itu sedang disekap.
Tak butuh waktu lama, Polsek Bogor Utara turun tangan menyelidiki laporan tersebut.
Setelah melakukan pemeriksaan di lokasi, polisi memastikan tidak ditemukan indikasi penyekapan sebagaimana yang ramai diperbincangkan.
“Betul ada laporan ke kami soal dugaan penyekapan. Tapi setelah dicek, bukan penyekapan. Kemungkinan para wanita itu ingin pulang, namun belum diizinkan pihak panti,” jelas Kapolsek Bogor Utara, AKP Enjo Sutarjo, Jumat (10/10/2025).
Menurut Enjo, tujuh wanita yang sempat viral itu ternyata bukan penghuni panti, melainkan para pengasuh yang bekerja di sana.
Peristiwa itu terjadi dini hari, saat warga mendengar adanya kegaduhan dari dalam rumah yang dikira tempat tinggal lansia.
“Kejadiannya dini hari. Laporan warga menyebut ada dugaan penyekapan, tapi masih kami dalami lebih lanjut,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa para pengasuh tersebut berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Polisi masih menelusuri lebih jauh apakah ada pelanggaran tenaga kerja atau bentuk pelanggaran lain yang dilakukan oleh pihak pengelola panti.
“Kami masih mendalami untuk hal-hal lainnya. Nanti hasilnya akan kami sampaikan kembali,” pungkas Enjo.
Kasus ini menyoroti kembali persoalan kerentanan tenaga kerja domestik, terutama perempuan muda yang bekerja di sektor informal seperti panti jompo.
Meski dugaan penyekapan belum terbukti, polisi memastikan akan memeriksa seluruh pihak terkait, termasuk manajemen panti, agar kejadian serupa tak kembali memicu keresahan warga.




