BOGOR.POJOKSATU.id – Masyarakat Bogor digemparkan dengan beredarnya pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang berisi ajakan aksi provokatif mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pakuan.
Dalam broadcast tersebut disebutkan adanya rencana aksi besar-besaran di Kota Bogor pada 30 Agustus dan 1 September 2025, lengkap dengan narasi provokatif yang menimbulkan keresahan di tengah publik.
Menanggapi hal tersebut, BEM Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Pakuan langsung memberikan klarifikasi melalui rilis resmi. Mereka menegaskan bahwa pesan tersebut sepenuhnya tidak benar alias hoax, dan dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Broadcast yang beredar tersebut adalah HOAX. Kami mengecam keras tindakan ini karena dapat mencemarkan nama baik Universitas Pakuan dan menimbulkan kepanikan di masyarakat,” tegas Presiden Mahasiswa KBM Universitas Pakuan, Gito Pamungkas.
Lebih lanjut, BEM Unpak menyebut bahwa pesan itu tidak hanya mencatut nama lembaga, tetapi juga memuat data pribadi mahasiswa tanpa izin, sehingga berpotensi membahayakan keamanan.
Karena itu, mereka mendorong pihak kampus bersama aparat penegak hukum untuk menelusuri dan menindak tegas pelaku penyebaran informasi palsu ini.
Himbauan untuk Warga Bogor
BEM Universitas Pakuan juga memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap maraknya informasi palsu:
Tetap tenang dan jangan terprovokasi. Jangan langsung mempercayai pesan berantai tanpa melakukan verifikasi.
Cek informasi resmi. Pastikan memperoleh update hanya dari akun resmi kampus, media terpercaya, atau pihak berwenang.
Laporkan pesan hoax. Jika menerima broadcast serupa, segera laporkan ke pihak kepolisian atau admin grup untuk memutus rantai penyebaran.
Lindungi data pribadi. Hindari menyebarkan informasi pribadi di grup atau media publik yang bisa disalahgunakan.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di era digital.
Hoax yang beredar tanpa kendali tidak hanya meresahkan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak sosial yang serius. ***



