BOGOR.POJOKSATU.id - Aksi pencopetan kembali dilaporkan marak di kawasan sekitar Stasiun Bogor. Sejumlah pengguna KRL Commuter Line dan wisatawan mengaku menjadi korban maupun nyaris kehilangan barang berharga saat melintas di area tersebut.
Pengalaman tidak menyenangkan ini dibagikan oleh beberapa warga dan penumpang.
Ada yang menyadari tasnya telah dibuka saat berjalan di jalur pedestrian, sementara lainnya hampir kehilangan ponsel dan dompet sebelum sempat mengamankan barang bawaannya.
Salah satu korban menceritakan, ketika ia menyadari tasnya dibuka dan berteriak meminta bantuan, orang-orang di sekitarnya justru terdiam dan tidak berani bereaksi.
Situasi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku yang bekerja secara berkelompok untuk melancarkan aksinya.
Menurut keterangan korban dan saksi, modus pencopetan dilakukan dengan cara berpura-pura berdiri atau berjalan berdekatan dengan target.
Saat satu orang membuka tas atau mengambil barang, pelaku lain bertugas menghalangi pandangan korban maupun orang sekitar agar aksi tersebut tidak terlihat.
Sejumlah titik disebut sebagai lokasi rawan pencopetan. Mulai dari pintu keluar menuju Alun-alun Stasiun Bogor, jalur pedestrian Jalan Kapten Muslihat, hingga area sekitar JPO Paledang dan Alun-alun Kota Bogor.
Masyarakat dan pengguna KRL diimbau untuk lebih waspada, terutama saat berjalan di area ramai.
Penumpang disarankan menggunakan tas dengan resleting di bagian depan, menghindari penggunaan ponsel secara terbuka, serta selalu memperhatikan lingkungan sekitar.
Warga berharap aparat keamanan meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan tersebut, mengingat Stasiun Bogor merupakan salah satu titik aktivitas publik dengan mobilitas tinggi setiap harinya. ***



