POJOKBOGOR.id - Harga telur ayam ras di pasar tradisonal Kota Bogor terus mengalami kenaikan dalam tiga pekan terakhir.
Kenaikan ini diduga dipicu meningkatnya permintaan dari sejumlah dapur umum untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai banyak beroperasi di Kota Bogor.
Kondisi tersebut membuat para penjual eceran mengaku kesulitan menyesuaikan harga di tengah daya beli masyarakat yang menurun.
Prasetya, salah penjaga warung sembako di Pasar Jambu Dua, mengungkapkan sebelumnya harga telur berada dikisaran Rp26.000 per kilogram. Kini, harganya telah naik hingga Rp28.000 ribu per kilogram.
"Naiknya merangkak, memang sedikit-sedikit," ujar Prasetya, Kamis 20 November 2025.
Menurutnya, peningkatan harga tersebut dipengaruhi oleh tingginya permintaan dari dapur MBG.
"Dari SPPG minta stok banyak banget, tapi minta harga paling murah. Kita pedagang jadi kerepotan menyesuaikan. Kalau stok ditarik terlalu banyak kesana (SPPG), otomatis yang di pasar menipis," ujar Prasetya.
Satu sisi para suplier kini mulai mengatur distribusi telur karena stok yang menipis. Hal ini berdampak pada pedagang eceran yang harus menyesuaikan harga di tingkat masyarakat.
"Tapi sejauh ini aman sih, kalau stok mah meskipun ga melimpah. Cuma inmbangin kebutuhan buat MBG dan kebutuhan konsumen jadi tantangan," ucapnya.
Justru ia khawatir mendekati Natal dan Tahun Baru harga keputuhan pokok termasuk telur ayam ras bakal melonjak tajam seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Apalagi sekarang ditambah ada MBG, pasti kenaikan harganya besar. Tapi semoga saja pemerintah bisa menekan semua harga kebutuhan pokok," terangnya.



