POJOKSATU.id, BOGOR - Usulan biaya sewa dua GOR mini Kota Bogor yang berada di Cimahpar Bogor Utara dan Kertamaya Bogor Selatan jadi bahan sorotan anggota DPRD.
Ketua Komis IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saepul Bakhri atau biasa yang disebut dengan Gus M sentil pemkot karena mengusulkan harga sewa GOR mini Kota Bogor sebesar Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1.000.000.
Dia mengatakan, alasan pemerintah kota membangun GOR mini Kota Bogor di masing-masing kecamatan, adalah untuk mendekatkan layanan olahraga dan menjangkau kebutuhan masyarakat, bukan untuk dikomersilan.
BACA JUGA : Pengembang GOM Kecamatan Bogor Selatan Somasi Penyedia Material Proyeknya Sendiri, Dipicu dari Flyer di Medsos
"Kalau tarifnya mahal dan tidak terjangkau, lalu siapa bisa menikmati? Pastinya masyarakat yang punya duit saja dong?" ketus Gus M.
Dia menilai pemkot asal-asalan menetukan tarif sewa GOR mini Kota Bogor.
"Harus ada dasar perhitungan kajiannya, karena sarpras yang dibangun juga perlu pemeliharaan, ini yang harus jadi pertimbangan," ucap Gus M.
BACA JUGA : Ketua Kadin Kota Bogor Belakangan Sering Didatangi Sejumlah Pengusaha, Ternyata Ngomongin Ini
Seharusnya, lanjut Gus M, kesiapan pengelolaannya juga sudah secara simultan pada saat fasilitas ini dibangun sudah berbarengan disusun kajian pengelolaannya
Lantaran harga sewa yang gila-gilaan, Gus M kini mempertanyakan, apakah sebelumnya pemkot sudah menyediakan kajian bisnisnya.
"Kalau iya, lalu siapa yang akan mengelola GOR mini Kota Bogor nantinya? Apakah pihak ketigakan? Lalu, apakah sudah ada regulasi atau kajian selama ini," tanya Gus M.
BACA JUGA :
"Kan dari awal sudah diwarning oleh DPRD, kalau mau ada pembangunan itu, jangan hanya membangun tanpa disertai konsep pengelolaannya bagaimana. Kita lihat, GOR Pajajaran yang ada di kawasan pusat kota saat ini. Apakah sudah terkelola dengan baik? ," ujar Gus M kepada pojoksatu.id, Bogor, Selasa (17/01/2023).
Seharusnya, lanjut Gus M, kesiapan pengelolaannya juga sudah secara simultan pada saat fasilitas ini dibangun sudah berbarengan disusun kajian pengelolaannya.
"Lha kalau begini kan seolah-olah dilematis, sudah dibangun, GOR mini Kota Bogor diresmikan lalu ramai undang sana sini, tapi pas pengelolaanya belum jelas. Karena masa transisi, seperti memakai dalih boleh digunakan gratis oleh masyarakat, terus bagaimana konsep pengelolaannya," tegas Gus M.
(Adi Wirman)



