BOGOR.POJOKSATU.id - Perubahan skema pintu elektronik atau gate di Stasiun Bogor menuai keluhan dari para pengguna kereta. Alih-alih memperlancar arus keluar-masuk penumpang.
Sistem yang diterapkan sejak Desember 2025 itu justru dinilai memicu antrean panjang, terutama di area gate out atau gerbang keluar.
Sejumlah penumpang mengaku kerap terjebak penumpukan saat jam sibuk pagi dan sore hari. Mereka menilai pengaturan baru membuat akses keluar menjadi kurang fleksibel dibandingkan sebelumnya.
Salah satu penumpang yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa sistem lama memungkinkan penyesuaian jumlah gate sesuai kondisi kepadatan.
“Dulu gate bisa diatur sesuai kebutuhan. Sekarang terasa kaku, jadi kalau penumpang membludak, antreannya panjang sekali di pintu keluar,” ujarnya.
Menurutnya, pada jam-jam sibuk, terutama ketika beberapa rangkaian kereta tiba hampir bersamaan, area gate out menjadi titik paling padat. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan penumpang.
Sejumlah pengguna berharap pihak pengelola dapat mengevaluasi kembali kebijakan tersebut agar arus penumpang lebih tertata.
Mereka mengusulkan agar pengaturan gate bisa kembali dibuat dinamis sesuai situasi di lapangan.
Hingga kini, keluhan terkait skema baru tersebut masih menjadi perhatian para pengguna setia Stasiun Bogor, yang setiap harinya melayani ribuan komuter dari dan menuju Jakarta serta wilayah sekitarnya.***


.webp)
