POJOKSATU.id, BOGOR - Bakal calon Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim terancam tidak mendapatkan 'tiket' dalam pemilihan wali kota atau Pilwalkot Bogor 2024.
Awalnya, Dedie Rachim disebut-sebut akan diusung oleh Koalisi Bogor Maju (KBM). Partai politik yang tergabung di KBM yakni Golkar (7 kursi), PAN (5 kursi), Demokrat (3 kursi), dan PSI (1 kursi).
Golkar bersedia bergabung dengan KBM karena mendapat tawawan untuk mengisi posisi F2 atau wakil wali kota, pendamping Dedie Rachim (DR).
Golkar sendiri telah memberikan surat tugas kepada Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy untuk maju di Pilkada Kota Bogor. Pasangan DR - Rusli pun mencuat sejak April lalu.
Baca Juga: Raih 33 Suara, Herman Indrabudi Terpilih Sebagai Ketua PWI Kota Bogor 2024-2027
Belakangan, DR dikabarkan justru 'meminang' Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Rena Da Frina untuk menjadi pendampingnya di Pilkada Kota Bogor 2024.
Rena sendiri telah mengajukan Cuti di Luar Tanggungan Negara (CLTN) pada Rabu, 24 Juli 2024. Ia mengajukan cuti karena ingin fokus di Pilwalkot Bogor 2024.
Meskipun begitu, Rena belum bersedia membeberkan siapa yang akan menjadi pasangannya di Pilwalkot Bogor.
Baca Juga: Hujan Koin Warnai Demonstrasi di Kantor BPN Kabupaten Bogor
“Untuk peluang partai, pasangan, koalisi dan posisi akhirnya apakah jadi calon wali kota atau calon wakil wali kota, akan saya sampaikan nanti,” jelas Rena.
Keputusan DR yang meminang Rena membuat Golkar tidak nyaman. Golkar yang meraih 7 kursi DPRD Kota Bogor merasa 'ditelikung' di tengah jalan.
Kondisi ini membuat Golkar berpotensi keluar dari KBM. Dampaknya, DR bakal gagal mendapatkan tiket Pilwalkot karena belum memenuhi syarat 20 persen perolehan kursi DPRD Kota Bogor.
Baca Juga: Siap Siap Trayek Angkot di Kota Bogor Bakal Berubah, Ini Penjelasan Dishub
Partai politik (Parpol) yang telah memberikan surat tugas ke DR yakni PAN (5 kursi), Demokrat (3 kursi), dan PSI (1 kursi). Totalnya 9 kursi. Jumlah ini belum memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.
KBM memiliki peluang untuk menambah kursi jika berkoalisi dengan Nasdem dan PPP. Namun DPP PPP baru saja mengeluarkan surat tugas kepada Dokter Raendi Rayendra.
Surat tugas diberikan kepada Rayendra di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, pada Sabtu 27 Juli 2024.
"Kami mengucapkan selamat atas terpilihnya Surat Tugas dari DPP PPP untuk Dokter Rayendra. Semoga hajatnya dikabulkan oleh Allah," ujar Fungsionaris Mahkamah Partai sekaligus TA DPR RI Fraksi PPP, Hamam Asy'ari. ***

.webp)

