POJOKBOGOR.id - FutureGen for Change (FGC), yang didukung oleh the British Embassy Jakarta in collaboration with Pijar Foundation and PoliPoli Inc.

telah mengumumkan 6 startup teknologi terbaik dari ratusan pendaftar dalam acara Demo Day yang digelar di Jakarta pada awal Mei lalu.

Dua startup asal Kota Bogor berhasil terpilih untuk melanjutkan ke fase implementasi, yakni PrimaKu (penanganan stunting di Bogor) dan Lokatani (optimalisasi pertanian perkotaan atau urban farming).

Para inovator terpilih akan melanjutkan ke fase proyek percontohan selama 3 bulan, bekerja sama dengan pemerintah daerah di Bogor, Semarang, dan Palembang untuk menerapkan dan menguji solusi berbasis teknologi mereka guna mendukung kebijakan masa depan pemerintah daerah.

Program FGC tahun ini menarik ratusan pendaftar dari Indonesia, Singapura, Filipina, dan Jepang. Sebanyak 25 startup diseleksi untuk mengikuti proses akselerasi dan business matching.

Inovasi yang diusung berfokus pada tantangan keberlanjutan utama, seperti penurunan angka stunting, adaptasi terhadap banjir rob, pengelolaan sampah, dan optimalisasi pertanian perkotaan.

Inisiatif ini selaras dengan strategi pembangunan daerah dan mendukung langsung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kami membantu para inovator memahami sistem pemerintahan, perencanaan, dan pelayanan publik di dunia nyata,” ujar Direktur Inovasi Pijar Foundation, Cynthia Krisanti.

“FutureGen for Change menjadi wadah langka di mana teknologi dan kebijakan saling terhubung, memungkinkan ide-ide brilian diuji, diimplementasikan, dan ditingkatkan skala dampaknya untuk membantu kota mencapai target strategisnya,” katanya.

Masing-masing dari 6 startup terpilih akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal, mulai dari pemimpin kota hingga organisasi masyarakat sipil untuk menjalankan proyek percontohan dan menunjukkan dampak yang terukur.

Proyek ini diharapkan mampu mendorong hasil sosial dan ekonomi yang signifikan, memberi manfaat bagi ribuan warga, dan berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi di daerah dan negara lain di masa depan.

Dengan selesainya Demo Day, FGC kini memasuki Fase Implementasi, di mana tim-tim terpilih akan mendapatkan pendampingan teknis yang disesuaikan, koneksi strategis, dan dukungan visibilitas untuk memaksimalkan kesuksesan proyek percontohan mereka.

“PoliPoli bangga dapat bergabung bersama Pijar Foundation dan Kedutaan Besar Inggris untuk mendukung para inovator sosial visioner ini. Selamat kepada enam pemenang kami! Kami siap bermitra dengan kalian dalam proses co-creation kebijakan dan dukungan hibah saat solusi ini diimplementasikan di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Direktur PoliPoli Inc, Asuka Ishii.

Enam startup luar biasa yang terpilih untuk melanjutkan ke fase implementasi adalah PrimaKu (penanganan stunting di Bogor), Lokatani (optimalisasi pertanian perkotaan di Bogor), Cexup (penanganan stunting di Semarang), ReservoAir (adaptasi terhadap banjir rob di Semarang), Parongpong (penguatan pengelolaan sampah di Semarang), dan Bantubumi (peningkatan pengelolaan sampah TPA di Palembang).

Salah satu startup terpilih, PrimaKu, menghadirkan solusi digital yang memberdayakan kader kesehatan di Bogor untuk memantau pertumbuhan anak secara real-time, mendeteksi stunting sejak dini, dan berkoordinasi lebih efektif dengan dokter spesialis anak.

“Kami merasa terhormat menjadi salah satu dari enam pemenang FutureGen for Change. Kesempatan ini memperkuat misi kami dalam memerangi stunting melalui proyek percontohan di Bogor dengan menyediakan alat pengelolaan kesehatan anak berbasis data yang mudah diakses,” ujar CEO PrimaKu, Didit.

Startup lain yang juga terpilih, ReservoAir, menjalankan proyek di Semarang dengan menyediakan sensor air, penghalang sampah, dan dashboard real-time untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum meningkatkan efisiensi pompa dan mengurangi risiko banjir.

“Terpilih sebagai Top 6 FutureGen for Change adalah kehormatan besar. Proyek ini membantu kami memperkuat pengelolaan air yang berkelanjutan dan melindungi kawasan perkotaan yang rentan,” ujar CEO ReservoAir, Salsabila.

Melalui dukungan terhadap ide-ide segar dan solusi nyata, FutureGen for Change turut membantu kota-kota membangun masa depan yang lebih berkelanjutan, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi yang turut menghadiri Demo Day Future Gen for Change, menyampaikan bahwa 4 finalis startup diyakini akan membantu Pemerintah Kota Bogor dalam penanganan stunting dan urban farming.

Khusus Kota Bogor, kata dia, ada dua isu utama yang telah dipilih, yaitu penurunan stunting dan perluasan urban farming. Setelah proses seleksi panjang, ada dua startup untuk masing-masing isu.

Startup Lokatani dan Tanaku untuk urban farming serta PrimaKu dan Melodi International untuk stunting.

Dan setelah melewati proses penjurian, PrimaKu terpilih untuk penurunan stunting dan Lokatani untuk urban farming.

Menurut Rudy, kolaborasi ini menjadi sesuatu bagi Kota Bogor.

"Kolaborasi selalu menjadi kunci. Selamat untuk startup yang terpilih. Kita tunggu di Kota Bogor untuk implementasi,” tegasnya.***