BOGOR.POJOKSATU.id - Aksi pengendara yang nekat melawan arah di Jalan Batutulis, Kota Bogor, kembali menjadi perhatian warga.
Kebiasaan berbahaya tersebut dinilai bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan yang dapat merugikan banyak orang.
Sejumlah pengendara disebut masih sering mengambil jalur berlawanan arah demi mempersingkat waktu perjalanan.
Padahal, keputusan tersebut bisa membahayakan diri sendiri, pengendara lain, hingga pejalan kaki yang melintas di sekitar lokasi.
“Lawan arah seolah sudah jadi kebiasaan di Jalan Batutulis,” tulis salah satu warga yang menyoroti kondisi tersebut.
Fenomena ini membuat warga resah. Sebab, Jalan Batutulis termasuk salah satu jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Saat ada pengendara yang melawan arah, risiko tabrakan menjadi lebih besar, terutama ketika arus kendaraan dari arah berlawanan sedang padat.
“Padahal satu keputusan nekat bisa membahayakan banyak nyawa di jalan,” lanjutnya.
Warga menilai persoalan ini perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Sebab, jika dibiarkan, perilaku melawan arah bisa dianggap sebagai hal biasa dan semakin sulit dikendalikan.
Selain membahayakan keselamatan, aksi lawan arah juga dapat memicu kemacetan. Kendaraan dari arah yang benar kerap terhambat karena harus menghindari pengendara yang masuk dari jalur berlawanan.
Sebagian warga mendorong adanya razia rutin di titik-titik rawan pelanggaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan efek jera kepada pengendara yang masih nekat melawan arah.
Namun, sebagian lainnya menilai penindakan saja tidak cukup. Kesadaran pengendara juga harus diperbaiki agar tertib lalu lintas tidak hanya muncul saat ada petugas di lapangan.
“Perlu razia rutin atau kesadaran pengendara yang harus diperbaiki dulu?” tulis warga lainnya.
Pertanyaan itu kemudian memancing diskusi di media sosial. Banyak netizen menilai keduanya harus berjalan bersamaan.
Razia diperlukan untuk menekan pelanggaran, sementara edukasi dibutuhkan agar pengendara memahami bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga setiap pengguna jalan.
Fenomena lawan arah di Jalan Batutulis menjadi pengingat bahwa pelanggaran kecil di jalan bisa berujung pada risiko besar.
Pengendara diimbau tidak mengorbankan keselamatan hanya demi memangkas waktu beberapa menit.
Jika kebiasaan lawan arah terus terjadi, bukan tidak mungkin Jalan Batutulis menjadi salah satu titik rawan kecelakaan di Kota Bogor.
Karena itu, ketertiban berlalu lintas di kawasan tersebut perlu dibangun bersama, mulai dari penindakan, pengawasan, hingga kesadaran warga untuk tidak lagi menormalisasi pelanggaran.***



