POJOKBOGOR.id - Popularitas dan elektabilitas Aji Jaya Bintara sebagai bakal calon Wali Kota Bogor cukup rendah.
Rendahnya elektabilitas Aji Jaya Bintara tergambar dari survei calon wali Kota Bogor yang dilakukan oleh lembaga survei Indikator pada 24-31 Mei 2024.
Dalam survei tersebut, elektabilitas mantan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim tertinggi yakni 44%, kemudian dr. Raendi Rayendra 16.9%, Sendi Ferdiansyah 14.9%, dan Atang Trisnanto 3,8%.
Sedangkan elektabilitas Aji Jaya hanya 0,2%. Tingkat keterpilihan pria yang mengaku dekat dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto itu kalah dari politikus Gerindra Kota Bogor, Jenal Mutaqin dan Sopian Ali Agam.
Baca Juga: Ribuan Warga Ngariung Sehat Bersama Dokter Rayendra dalam Satu Hari
Elektabilitas Jenal Mutaqin yang saat ini menjabat Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor yakni 1,2%. Tingkat keterpilihan Jenal Mutaqin sama dengan elektabilitas Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Sopian Ali Agam.
Berikut hasil survei calon Wali Kota Bogor yang dirilis oleh lembaga survei Indikator:
1. Dedie A. Rachim : 44,0%
2. dr. Raendi Rayendra : 16,9%
3. Sendi Ferdiansyah : 14,9%
4. Atang Trisnanto : 3,8%
5. Akhmad Saeful Bakhri : 1,9%
6. Rusli Prihatevy : 1,9%
Baca Juga: Kadin Kota Bogor Kumpulkan Jajanan Kuliner Legendaris Dalam Event Jalan Sehat HJB
7. Jenal Mutaqin : 1,2%
8. Farhat Abbas : 1,2%
9. Sopian : 1,2%
10. Dadang Iskandar Danubrata : 1,1%
11. Eka Maulana Djehan : 0,9%
12. Erik Irawan Suganda : 0,9%
13. Zaenul Mutaqin : 0,8%
14. Andri S. Amarald : 0,6%
15. Denny Mulyadi : 0,2%
16. Aji Jaya Bintara : 0,2%
17. Usmar Hariman : 0,1%
18. Syarifah Sofiah : 0,0%
19. Lainnya : 0,0%
20. Tidak tahu/rahasia : 8,2%
Hasil survei Indikator tidak jauh berbeda dengan survei yang dilakukan Visi Nusantara (Vinus) pada 20-27 April 2024.
Pada survei Vinus, elektabilitas Dedie Rahim 18,63%, disusul Rusli Privatevy 14,13%, kemudian Sendi Ferdiansyah 12,25%. Lalu Dokter Rayendra 5,88%. Sedangkan Aji Jaya hanya 1,25%.
Setelah survei ini dirilis, Aji Jaya mengaku langsung menjalin komunikasi dengan Direktur Eksekutif Vinus.
Baca Juga: Prudential Indonesia Gelar Pemerikaan Kanker Serviks Gratis
Hasil komunikasi Aji Jaya dengan Vinus membuahkan hasil positif. Elektabilitas Aji Jaya langsung mengalami kenaikan dalam survei Vinus yang dilaksanakan pada 10-15 Juni 2024. Pada survei itu, elektabilitas Aji Jaya menjadi 8,3%.
Meski mengalami kenaikan, tetapi angkanya masih jauh di bawah elektabilitas Dedie Rahim yang mencapai 27,00%, Dokter Rayendra 22,75%, dan Sendi Dardiansyah 11,00%.
Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Sopian Ali Agam sempat kaget saat ditanya apakah benar Gerindra akan mengusung Aji Jaya sebagai calon Wali Kota Bogor.
Dari sekian banyak bakal calon wali Kota Bogor yang mendaftar ke Gerindra, Aji Jaya merupakan sosok yang paling jarang melakukan komunikasi. Bahkan, nyaris tidak pernah berkomunikasi dengan petinggi Gerindra Kota Bogor.
Aji Jaya diduga tak melakukan komunikasi karena merasa PD (percaya diri). Ia sendiri mengklaim sebagai orang dekat Prabowo Subianto.
Aji Jaya merasa tidak perlu melakukan komunikasi dengan jajaran Gerindra Kota Bogor karena penentu calon kepala daerah dari Gerindra adalah Prabowo Subianto.
"Walah gak ada komunikasi," kata Sopian saat dihubungi Pojoksatu.id. Sabtu 22 Juni 2024.
Sopian menegaskan bahwa sampai saat ini Partai Gerindra belum menetapkan siapa sosok yang akan diusung oleh Gerindra di Pilwakot Bogor 2024.
Meskipun begitu, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini menyatakan bahwa calon Wali Kota Bogor dari Partai Gerindra akan diputuskan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). "Belum, nanti keputusan DPP," tandas Sopian. ***



