POJOKSATU.id - Permasalahan sarana prasarana pendidikan yang tidak layak di Kota Bogor, terus mendapat sorotan DPRD. Pasalnya, hampir setiap tahun wakil rakyat selalu mendapati adanya bangunan sekolah yang kondisinya memprihatinkan.
Padahal, DPRD melalui Komisi IV selalu mensupport anggaran perbaikan sarana prasarana setiap tahun anggaran.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri mengatakan bahwa pada 2023, wakil rakyat menganggarkan Rp29.772.317.682 untuk perbaikan rehabilitasi ruang kelas.
"DPRD sudah menjalankan tugasnya dari sisi budjeting maupun pengawasan. Tinggal sekarang bagaimana Dinas Pendidikan (Disdik) menginventarisir jumlah sekolah yang perlu diperbaiki," ucapnya kepada wartawan, Jumat (17/02/2023).
Menurut dia, DPRD sudah jengah dan bosan mengkritik kinerja Disdik mengenai inventarisir jumlah sekolah yang bangunannya butuh intervensi. Hal itu karena, permasalahan serupa kembali terulang setiap tahunnya.
"Kami sudah sering bicara demikian, mestinya ini segera ditangkap oleh dinas, dan diprioritaskan mana sekolah yang butuh intervensi terlebih dahulu," ungkap pria yang akrab disapa Gus M ini.
Ia pun menegaskan, apabila Disdik tak sanggup menginventarisir jumlah bangunan sekolah yang butuh intervensi. Sebaiknya, Wali Kota Bima Arya segera membentuk tim khusus yang fokus mendata mana sekolah yang harus menjadi prioritas perbaikan.
"Insya Allah dalam waktu dekat ini, kami akan memanggil Disdik untuk meminta kelanjutan progres pendataan sekolah," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Disdik Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengaku berterima kasih bagi pihak yang begitu peduli dan konsen akan dunia pendidikan. Ia pun memastikan percepatan dalam pembangunan dan perbaikan di SMPN 20 bakal dilaksanakan dengan sesegera mungkin.
"Kami akan upayakan percepatan pembangunan dan perbaikan," ujarnya kepada wartawan.
Sujatmiko menjelaskan bahwa pihaknya sudah menganggarkan untuk perbaikan SMPN 20 pada tahun ini. "Ya, tetapi kalau dari nilai anggaran kurang. Anggaran yang ada tidak akan mungkin cukup, yang terjadi permasalahan ini struktur bangunan yang ada di lab dan di perpustakaan," jelasnya.
Menurut dia, permasalahan di Lab IPA perlu penanganan khusus karena berdasarkan hasil kajian, ternyata kualitas dari campuran mutu beton dibawah standar.
"Kemudian untuk kerusakan turap karena adanya pergeseran tanah sehingga berdampak pada pergeseran bangunan, ketika konstruksi terhadap dinding ini rapuh, karena tanahnya labil," ungkapnya.
Sujatmiko meminta konsultan perencanaan segera mendesain bagian mana saja yang perlu direvitalisasi. Sebagai langkah awal, sambung dia, pihaknya akan membangun turap untuk mencegah longsor.
"Kami juga akan memperbaiki konstruksi pondasi untuk tembok yang terjadi penurunan, kita bongkar dari bawah kemudian akan kita perkuat, baru dibangun tembok baru," jelasnya.
Saat ditanya mengenai target memulai pengerjaan, Sujatmiko menegaskan bahwa hal itu akan dilaksanakan pada Juni 2023, setelah proses lelang selesai.
"Mudah-mudahan Mei kita bisa mulai untuk kontrak dengan pihak ketiga pemenang lelang,” tandasnya.
Diketahui, berdasarkan hasil sidak Komisi IV didapati bahwa kondisi bangunan saat membahayakan guru dan siswa saat kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan.
Di antaranya, perpustakaan di lantai dua, lantainya goyang saat diinjak. Sehingga membahayakan keselamatan siswa yang belajar pada ruang Lab IPA.
(Adi Wirman)



